Hukum ›› Jaksa Teliti Berkas Tiga Pelaku Curas

Jaksa Teliti Berkas Tiga Pelaku Curas


Ambon - Berkas tiga pelaku pencurian dengan kekerasan dengan korban Yohanes Lembang, warga Jalan Jenderal Sudirman Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, sudah dilimpahkan ke jaksa dan sementara diteliti.

“Berkas tiga tersangka yang ber­aksi pada Jumat (19/5) sekitar pukul 03.20 WIT dan berhasil diciduk polisi Senin (22/5) tersebut sedang diteliti oleh Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku,” jelas Kabid Humas Polda Maluku, AKBP AR Tatuh ketika dikonfirmasi Siwalima, Rabu (14/6).

Berkas ketiga tersangka masing-masing Marjan (28), Mustakin Lusi alias Musa dan Agus Salim Retob (22), warga Kebun Cengkeh Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Menurut Tatuh, berkas ketiganya dipercepat untuk segera dituntas­kan dan kini tim penyidik Ditres­krimum Polda Maluku menunggu apakah berkas dinyatakan lengkap ataukah belum. Jika belum maka pertunjuk jaksa akan dipenuhi.

Sedangkan untuk berkas salah satu tersangka atas nama Marjan (28) warga IAIN, yang dijerat juga dalam kasus tindak pidana pemer­kosaan bocah tujuh tahun usai mela­kukan pencurian kini masih diram­pungkan.

Berkas tersangka kasus pemer­kosa ini secara terpisah dan masih di­tangani oleh tim penyidik PPA pada Ditreskrimum Polda Maluku.

Sebelumnya diberitakan, Marjan (28) warga IAIN, Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon terancam 15 tahun penjara. Ter­sangka perkosa bocah tujuh tahun itu terancam melanggar pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang per­lindungan anak.

Dalam pasal 81 menyebutkan, se­tiap orang yang melanggar keten­tuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D(setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau anca­man kekerasan memaksa anak me­lakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain)  dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan den­da paling banyak Rp5.000.000. 000,00 (lima miliar rupiah).

Dirreskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Gupuh Setiyono kepada Siwalima Jumat (26/5) menyebut­kan, kasus ini masih dalam penyi­dikan oleh tim penyidik pada Per­lindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Maluku.

Sebelumnya diberitakan, Marjan (28), Mustakin Lusi alias Musa dan Agus Salim Retob (22), warga Kebun Cengkeh Desa Batu Merah Keca­matan Sirimau Kota Ambon diring­kus polisi Senin (22/5).

Ketiganya melakukan pencurian disertai pemerkosaan terhadap bocah tujuh tahun sebut saja Bunga yang adalah anak pemilik rumah Yohanes Lembang. Para pemuda ini tidak berprikemanusiaan. Sudah mencuri di rumah korban, anak korban juga diperkosa.

Penangkapan ketiganya dilakukan di tempat terpisah dalam waktu yang berbeda atas laporan tindak pidana pencurian dan pemerkosaan yang dilakukan pemilik rumah Yohanes Lembang, yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon pada Jumat (19/5) sekitar pukul 03.20 WIT.

Peristiwa berawal dari tiga pe­muda ini sekitar pukul 03.20 WIT itu sudah mengincar rumah korban. Marjan dan Mustakin lebih dulu masuk ke rumah, sedangkan Agus menunggu di luar pekarangan rumah, persisnya di atas sepeda motor.

Marjan dan Mustakin kemudian mendorong pintu rumah, setelah pintu mulai terbuka, keduanya meng­gunakan obeng untuk mencungkil jendela dan akhirnya masuk ke dalam rumah.

Direskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Gupuh Setiyono kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/5) menjelaskan,  upaya menjebol jendela kemudian berhasil sehingga Marjan dan Mustakin yang sudah ditetapkan tersangka bersama Agus itu  langsung masuk beraksi di dalam rumah korban. Saat kejadian korban dan keluarganya sedang tertidur lelap.

Dikatakan, para tersangka Dengan mudah beraksi dan masuk sampai ke kamar korban. Sebanyak lima buah handphone berbagai merek digasak, uang tunai Rp 3 juta dan cincin emas 12,5 gram berhasil dibawa tersangka.

Mirisnya, tersangka Marjan ter­nyata tidak puas mencuri barang-barang korban. Lelaki bejad ini saat melintas kamar anak korban, timbul niatnya untuk memperkosa. Alhasil bocah tujuh tahun itu menjadi kor­ban pelampiasan nafsu Marjan.

“Jadi tersangka Marjan ini melin­tasi kamar anak korban yang tidur terpisah dari orang tuanya. Kesem­patan itulah timbul niat Marjan memperkosa bocah tujuh tahun itu,” ungkap Setiyono.

Dituturkan, saat kejadian korban yang masih ingusan itu terancam dan tidak berani berteriak lantaran dipinggang tersangka ada sebilah pisau.

“Tersangka Marjan ini melihat anak perempuan umur tujuh tahun tidur secara terpisah dengan orang tuanya. Nah, tersangka masuk dan langsung malakukan pemerkosaan. Korban takut berteriak, karena dipinggang tersangka ada senjata tajam. Ini terungkap saat keesokan harinya korban ke sekolah dan orang tua melihat kejanggalan pada diri korban dan setelah ditanya barulah orang tua mengetahui kalau anak mereka sudah diperkosa,” beber Setiyono

Untuk perkara ini lanjut Setiyono, penyidik memisahkannya menjadi dua kasus, yakni pencurian dengan pemberatan dan pemerkosaan. Kasus ini masih dalam penyidikan Subdit I Ditreskrimum Polda Maluku dan unit PPA.

“Tersangka Marjan sesuai infor­masi adalah merupakan residivis, sehingga sementara kita tangani dan akan dimasukan dalam berkas kita agar ancaman hukuman jadi pem­beratan,” tegas Setiyono.(S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon