Hukum ›› Jaksa Teliti Berkas Korupsi ADD-DD Kilang

Jaksa Teliti Berkas Korupsi ADD-DD Kilang


Ambon - Tim penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon masih meniliti berkas perkara kasus dugaan korupsi  dana desa dan alokasi  dana desa (DD-ADD) Kilang, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon tahun 2016.

 “Berkas dugaan korupsi ADD-DD Kilang sementara masih diteliti oleh JPU Kejari Ambon,” jelas Kasi Pidsus Kejari Ambon, Wahyudi Kareba kepada Siwalima di Ambon Senin (11/6).

Dikatakan, dalam proses penilitian berkas perkara dugaan korupsi ADD-DD Kilang dengan tersangka Stevanus Latuheru, jika terdapat kekurangan maka berkas perkara tersebut akan dikembalikan kepada penyidik unit tindak pidana khusus Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk dilengkapi.

“Kalau terdapat kekurangan maka berkas dugaan korupsi ADD-DD Kilang akan dikembalikan ke penyidik beserta petunjuk untuk dilengkapi,” terang Wahyudi.

Dijelaskan, sebelumnya JPU Kejari Ambon sempat meniliti berkas perkara kasus korupsi ADD-DD. Namun terdapat sejumlah kekurangan, maka berkas perkara itu dikembalikan lagi kepada penyidik Reskrim Polres Ambon untuk dilengkapi.

“Ini merupakan pelimpahan berkas perkara kedua kalinya, setelah sebelumnya sudah kami kembalikan karena terdapat sejumlah kekurangan yang harus dilengkapi penyidik,” jelasnya.

Sebelumnya, penyidik bersama tim auditor BPKP Perwakilan Maluku telah melakukan ekspos untuk kepentingan penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi yang disinyalir merugikan keuangan negara ratusan juta tersebut.

BPKP Perwakilan Maluku, Kamis (8/2) lalu bersama Kejari Ambon telah ekspos kasus tersebut dan menemukan kerugian negara Rp 179.000.000. Namun setelah diperiksa oleh Inspektorat Kota Ambon, ternyata ditemukan anggaran Rp. 251.718.550 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Tersangka dijerat dengan pasal 2, dan 3 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pi-dana korupsi jo pasal 55 dan 56 KUHP dengan  ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Untuk diketahui, dugaan korupsi DD dan ADD Kilang tahun 2016 senilai Rp 865.266.­000 dilaporkan oleh warga ke Polres Pulau Ambon sejak 4 Oktober tahun 2017.

Laporan itu kemudian teregister dalam Laporan Poli­si Nomor : LP-580/X/Maluku/Res Ambon.

Dalam laporan tersebut dijelaskan, DD dan ADD Kilang tahun 2016 tahap pertama yang telah ditransfer ke rekening desa sebesar Rp 658. 186.000, diperuntukan bagi pemba­ngunan sarana air bersih Rp 207.080.00, untuk jalan rabat beton Rp 119.000.000, dan untuk pemba­ngunan sarana PAUD sebesar Rp 450.000.000. Namun yang dikerjakan hanya sarana air bersih dan anggaran jalan rabat beton. Sementara pembangunan sarana prasarana PAUD tidak dilakukan. Kendati begitu, ada anggaran sebesar Rp 48.000.000 yang digunakan untuk pembelian material. Material itu juga telah rusak, dan tidak layak untuk dipakai. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon