Hukum ›› Jaksa Periksa Pejabat Pemkot Soal Terminal Transit

Jaksa Periksa Pejabat Pemkot


Ambon - Dua pejabat Pemkot Ambon, diperiksa jaksa, terkait dugaan korupsi proyek Terminal Transit Passo Tahun 2007 senilai Rp 55 miliar.

Mereka yang diperiksa adalah mantan Ka­dis Perhubungan Kota Ambon, Angga­noto Ura dan Roy Mongi, salah satu staf di Dinas Tata Kota. Mongi turut dicecar karena se­belumnya menjabat sekretaris panitia pem­bangunan proyek mangkrak itu.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi menga­takan, kasus ini dalam penye­lidikan, sehingga butuh kete­ra­ngan dari pihak-pihak terkait.

“Benar ada permintaan ke­terangan pihak terkait  duga­an korupsi dalam proyek pem­bangunan terminal transit B Passo senilai Rp 55 miliar,” jelas Sapulette, saat dikonfir­masi wartawan.

Sapulette mengatakan, pro­yek pembangunan transit Passo dibiayai APBN. Belum bisa disimpulkan apakah ada indikasi korupsi ataukah tidak karena masih penyelidikan.

“Ini proyek APBN Kemen­terian Perhubungan 2007-2015, belum bisa dibuka ka­rena masih penyelidikan, “ ung­kap Sapulette.

Untuk diketahui, proyek terminal transit di Desa Passo, Kecamatan Baguala Kota Ambon dibangun sejak 2007, na­mun tak kunjung dituntas­kan.

Proyek ini menghabiskan uang negara mencapai Rp 55 miliar. Awalnya  proyek ini diusut Kejari Ambon sejak 2016 lalu, namun mandek, sehingga diambil alih oleh Kejati Maluku.

“Kasusnya sudah kita ta­ngani dan dikaji. Namun, da­lam perjalanannya kasus ter­sebut diambil ahli oleh Kejati Maluku melalui Bidang Intel berdasarkan perintah Asintel, Joko Pandam. Seingat kami, yang saat itu datang mengam­bil berkas-berks tersebut ada­lah tim Intel dibawah pimpi­nan Pak Sofyan Saleh,” ujar sumber di Kejari Ambon.

Sumber juga mengaku, tim Kejari Ambon sudah meng­gum­pulkan bukti baik doku­men surat maupun bukti lain­nya. Namun sudah diserah­kan kepada Kejati Maluku.

“Semua bukti sudah kita kantongi. Namun, atas per­min­ta­an ter­se­but kami telah menyerah­kan semua berkas­nya ke Kejati,” beber sumber itu, sembari menambahkan, kasus ini sementara ditangani bi­dang intelijen Kejati Maluku.

Terminal yang dibangun di atas lahan sekitar 5 hektar itu, bertujuan antara lain untuk mengalihkan semua angku­tan kendaraan dalam pro­vinsi ke sana guna me­ngurangi ting­kat kemace­tan di pusat Kota Ambon. Proyek direncanakan tuntas pada tahun 2010 lalu. Namun kenyataannya molor hingga saat ini.

Informasi yang diperoleh, tahun 2007, Pemkot Ambon mengalokasikan anggaran se­besar Rp 7 miliar lebih untuk pembangunan tahap awal yakni pembebasan lahan, pe­nggusuran dan pembersihan lokasi. Berikutnya, tahun 2008, pemkot mengalokasikan ang­ga­ran sebesar Rp 12 miliar untuk pembangunan tahap ke II yakni penimbunan, pe­ker­jaan dasar dan penimbunan serta pengecoran tiang pan­cang.

Selanjutnya, di tahun 2009, pemkot menyediakan angga­ran sebesar Rp 14 miliar pe­ker­jaan tahap III yakni penge­coran lantai dan sebagian din­­ding be­ton gedung terminal. Pekerjaan ditangani PT Reminal Utama Sakti.

Sementara di tahun 2010, rencana pembangunan tahap IV dengan anggaran Rp 21 miliar untuk penyelesaian ge­dung A, batal terwujud karena pemkot mengalami defisit. Sehingga, pekerjaan pun ter­henti sampai tahun 2014.

Pemkot kemudian meng­usul­kan kepada pemerintah pusat agar ada kucuran ang­garan dari sana. Namun, per­mintaan itu tidak disetujui. Karena itu, Pemkot terpaksa kembali mengalokasikan ang­garan dari APBD Kota Ambon tahun 2014 sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan tower terminal.

Pemerintah pusat baru me­ngabulkan permintaan ang­ga­ran untuk kelanjutan pem­bangunan dengan mengalo­ka­sikan anggaran sebesar Rp 4 miliar lebih pada tahun 2015, guna merampungkan bebe­rapa bagian gedung di dalam terminal, diantaranya ruang tunggu, kantin, ruang monitoring, dan ruang loket.

Pihak PT Reminal Utama Sakti kembali diberikan keper­cayaan untuk menangani pe­kerjaan ini dengan masa kon­trak sampai Desember 2015.

Kemudian di tahun 2016, Pemprov Maluku juga meng­alokasikan anggaran sebesar Rp 2 milar lebih untuk mem­bangun pagar setinggi 2.5 meter mengelilingi terminal. Pekerjaan ini ditangani oleh PT Polaris Jaya Sakti. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon