Hukum ›› Jaksa Minta Souisa Dihukum 1,6 Tahun Penjara Beli Sabu dari Oknum Polisi

Jaksa Minta Souisa Dihukum 1,6 Tahun Penjara


Ambon - JPU Kejari Ambon me­nuntut Ferdinand Soui­sa alias Femmy 1,6 tahun penjara dalam kasus sabu-sabu di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kamis (20/4). Ia juga dituntut mem­bayar denda Rp 100 juta subsider enam tahun penjara.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan memiliki, menyim­pan dan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu, sehingga kami min­ta agar terdakwa dihukum terdakwa dengan 1,6 tahun penjara dan mem­bayar denda Rp 100 juta subsider enam tahun penjara,” tandas JPU, Inggrid Louhenapessy.

Kepada majelis hakim yang diketuai S Pujiono, didampingi hakim anggota Sofian Parerungan dan Hamzah Kailul, Inggrid menyatakan, terdakwa terbukti melanggar pasal 127 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Usai mendengar­kan tuntutan JPU, majelis kemudian menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan.

Seperti diberitakan, sabu seba­nyak satu paket dibeli oleh Femmy dari  Bripka Anthony Komul, Ang­gota Intelkam Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease pada 8 Januari 2017 seharga Rp 1 juta.

Transaksi tersebut dilakukan di kawasan Karang Panjang, Keca­matan Sirimau. Setelah Souisa di­tangkap oleh anggota Resnarkoba, dan diinterogasi ia buka mulut. Ia mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Bripka Anthony Komul.

Tim Satuan Resnarkoba kemudian meminta Souisa menghubungi Brip­ka Anthony untuk kembali mela­kukan transaksi sabu. Souisa mela­ku­kanperannya dengan sangat baik. Bripka Anthony mengiyakan transaksi tersebut. Souisa dan Bripka Anthony janjian ketemu di tempat transaksi awal mereka yakni di depan Sekolah Kalam Kudus, Karpan.

Setelah kurang lebih 3 jam menunggu, akhirnya target tiba di tempat transaksi. Saat itu juga tim Resnarkoba langsung meringkus Bripka Anthony. Mereka kemudian membawanya ke Bank Mandiri Jalan Pattimura, depan Toko Kontempo untuk pengeledahan.

Sayangnya tidak ditemukan barang bukti. Selanjutnya tim Resnarkoba melakukan interogasi. Bripka Anthony akhirnya mengaku, mengenal Souisa dan membenarkan kalau sabu-sabu Souisa membeli sabu dari dirinya.

Bripka Anthony juga mengaku barang haram tersebut diperoleh dari Aipda Edwin Haurissa

Mendapat keterangan tersebut, tim Resnarkoba kemudian meminta Bripka Anthony untuk memainkan peran yang sama seperti Souisa. Ia lalu menghubungi Aipda Edwin untuk bertransaksi. Saat ini Bripka Anthony Komul dan Aipda Edwin Haurissa juga sementara menjalani proses persidangan di PN Ambon.  (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon