Hukum ›› Jaksa Minta BPKP Audit Investigasi Korupsi Proyek Multimedia

Jaksa Minta BPKP Audit Investigasi Korupsi Proyek Multimedia


Ambon - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku telah melayangkan surat kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku untuk meminta audit investigasi terhadap dugaan korupsi dalam proyek bantuan peralatan multimedia milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Maluku.

Hal ini dijelaskan Asisten Intelijen Kejati Maluku Abdul Azis melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku Kosasih kepada Siwalima di Kantor Kejati Maluku, Selasa (24/7).

Menurut Kosasih, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum ditingkatkan ke tahap penyidikan, karena bagian Pidana Khusus (Pidsus) belum sependapat soal kerugian negara yang dipaparkan penyidik intelijen.

Kosasih mengatakan, setelah hasil audit BPKP diterima baru penyidik menentukan sikap lebih lanjut dalam penanganan perkara ini.

“Kasus multimedia sudah ekspos dua kali tetapi pidsus tidak sependapat dengan unsur kerugian negara dan harus diaudit investigasi  dari BPKP. Pada tanggal 12 Juli 2012 lalu kejati sudah berkirim surat ke BPKP untuk menentukan unsur kerugian negara sehingga sekarang masih menunggu surat dari BPKP,” jelas Kosasih.

Sebelumnya diberitakan, penyidik intelijen Kejati Maluku telah mengan­tongi bukti dugaan mark up dalam proyek bantuan per­alatan multimedia milik Disdikpora Provinsi Maluku.

Informasi yang diterima, mark up dalam proyek bernilai milyaran rupiah ini terungkap, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Tak hanya itu, tim ahli juga menemukan indikasi, bahwa peralatan multimedia miliki Disdikpora yang disalurkan ke sekolah-sekolah  hanya rakitan. “Sudah ada bukti-buktinya, tinggal ditindaklanjuti,” ujar sumber di kejaksaan.

Untuk diketahui, dugaan ketidakberesan dalam tender hingga pelaksanaan proyek senilai Rp 1.574.425.000 yang bersumber dari APBD Provinsi Maluku Tahun 2011 ini dilaporkan Direktur CV. Bahari Mandiri, Samsul B Soamole, pada Jumat (13/1) lalu ke Kejati Maluku.

Sejumlah pejabat Dikpora Maluku telah diperiksa penyidik Kejati Maluku, diantaranya Amelia Passal selaku Ketua Panitia Tender proyek. Kemudian Andre Jamlay selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Penyidik juga telah memeriksa Direktur CV. Talenta Karya, Marthen Latupeirissa, selaku kontraktor proyek pengadaan sarana multimedia dan pengadaan sarana penunjang. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon