Hukum ›› Jaksa Masih Periksa Saksi Korupsi Direktur RSUD Saparua

Jaksa Masih Periksa Saksi Korupsi Direktur RSUD Saparua


Ambon - Selama sepekan ini penyidik Kejari Ambon Cabang Saparua terus memeriksa saksi kasus dugaan korupsi anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kese­hatan Daerah (Jamkesda) di RSUD Saparua.

Puluhan saksi yang diperiksa tersebut untuk menguatkan keterlibatan Direktur RSUD Saparua, Yoke Pattinaja yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Para saksi terus kita periksa dan sekarang sudah 20 orang lebih yang terdiri dari tim medis di RSUD Saparua,” ujar Kepala Kejari Ambon Cabang Saparua, Chrisman Sahetapy, kepada Siwalima, di Kantor Kejari Ambon, Kamis (30/1).

Sahetapy mengatakan, ada sekitar 60 saksi yang akan diperiksa, dan diharapkan tuntas dalam bulan ini.

“Setelah semua saksi diperiksa barulah jaksa memeriksa Direktur RSUD dan diharapkan bisa dituntaskan dalam bulan Februari ini,” jelasnya.

Jaksa menetapkan Direktur RSUD Saparua, Yoke Pattinaja, sebagai tersangka sejak 26 September 2013 lalu.

Selain Pattinaja, mantan Bendahara RSUD Saparua, Paulina Nanlohy juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sumber Siwalima di Kejati Maluku me­nyebutkan,  untuk anggaran Jamkesmas yang dialokasikan dari APBN Tahun 2009 sebesar Rp 407.798.000. Namun digunakan Rp 355. 568.000.Sehingga terjadi selisih Rp 52.230.000.

Tahun 2010, anggaran yang dialo­kasikan sebesar Rp 412.231.000, namun yang dicairkan Rp 324. 319.000, sehingga terjadi selisih Rp 87.912.000.

Kemudian Tahun 2011, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 434. 749.000, namun yang dicairkan Rp 107.322.000. Karena itu, terjadi selisih Rp 327.427.000. Selanjutnya, Tahun 2012, anggaran yang dialo­kasikan sebesar Rp 115.261.000, tetapi yang dicairkan Rp 22.031.495, sehingga terjadi selisih Rp 93.229.505.

Dengan demikian, total anggaran Jamkesmas yang tidak digunakan atau tidak dicairkan sebesar Rp 560.798.505.

Sementara untuk anggaran Jam­kesda yang dialokasikan dari APBD Tahun 2011 sebesar Rp 18.000.000, namun yang hanya dicairkan oleh pihak RSUD Saparua sebesar Rp 10.075.600, sehingga terjadi selisih Rp 7.924.400.

Kemudian Tahun 2012, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 98.194.487, tetapi yang dicairkan Rp 81.565.065, sehingga terjadi selisih Rp 16.629.422.

Dengan demikian, anggaran Jam­kesda yang tidak digunakan atau ti­dak dicairkan sebesar Rp 24.553.822.

Sehingga secara keseluruhan selisih anggaran Jamkesmas dan Jamkesda mencapai Rp 585. 352. 327. Anggaran sebesar ini dianggap oleh jaksa sebagai kerugian negara, karena penggunaannya tak jelas.

Anggaran Jamkesda bersumber dari APBD tahun 2011-2012. Sedangkan Jamkesmas bersumber dari APBN tahun 2009-2012, dengan total anggarannya sebesar Rp 1,5 milyar lebih.(S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon