Hukum ›› Jaksa Layangkan Panggilan Kedua untuk Sekda MTB

Jaksa Layangkan Panggilan Kedua untuk Sekda MTB


Ambon - Penyidik Kejaksaan Tinggi (kejati) Maluku melayangkan panggilan kedua kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Mathias Malaka.

Informasi yang diterima Siwalima, Jumat (28/10), bukan hanya Malaka yang dipanggil, namun beberapa pejabat lainnya juga dipanggil.

Mereka dipanggil untuk diperiksa terkait dugaan korupsi dalam proyek APBD tahun 2004-2005 yang mencapai Rp 18 milyar.

Malaka dipanggil dalam kapasitasnya selaku mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) MTB. “Bukan hanya satu, tetapi ada beberapa indikasi penyelewengan,” ujar sumber di kejaksaan.

Untuk diketahui, Malaka akan diperiksa dalam kapasitasnya selaku mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) MTB.

Malaka harusnya diperiksa penyidik pada Rabu (26/10), namun tidak sempat dilaksanakan, karena yang bersangkutan keburu pulang.

Sumber di kejaksaan mengungkapkan, saat mendatangi Kantor Kejati Maluku pada hari Rabu tersebut, Malaka diarahkan untuk menemui Plh Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Maluku, Danny Palapia. Namun saat itu Palapia sementara bersama dengan tamu, sehingga Malaka diarahkan untuk menunggu.

Ternyata beberapa menit kemudian, Malaka meninggalkan Kantor Kejati Maluku, dan berjanji akan kembali kemarin. Namun, dia tak menampakan batang hidungnya.

Kejati Maluku menemukan adanya dugaan korupsi senilai Rp 18 milyar, akibat terjadi double pembayaran pada sejumlah proyek APBD tahun 2004.

Sejumlah proyek fisik yang dikerjakan para kontraktor, di antaranya PT. Lintas Yamdena dengan direkturnya Agus Theodorus ini telah dibayarkan pada tahun 2004. Namun pada tahun anggaran 2005, dana ini dianggarkan kembali dalam APBD sebagai utang daerah yang belum dilunasi.

Penyidik juga telah memeriksa Theodorus beberapa hari lalu. Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain masih terus dilakukan. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon