Hukum ›› Jaksa Kembalikan Berkas Pembunuh Warga Eri

Jaksa Kembalikan Berkas Pembunuh Warga Eri


Ambon - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon mengembalikan, berkas kasus pembunuhan yang diduga dilakukan kakak beradik, F Lopulalan alias FL (29) dan G Lopulalan alias GL (28)  ke penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Berkas pembunuh warga Eri C Peea di depan Gedung Serba Guna Eri sekitar pukul 22.30 WIT belum bisa dinyatakan lengkap oleh JPU.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Pidum Kejari Ambon, Akhmad Atamimi kepada Siwalima, Selasa (11/6).

Menurutnya, berkas kedua tersangka masih belum lengkap, sehingga setelah diteliti JPU ternyata masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dilengkapi.

 “Berkasnya setelah diteliti oleh jaksa masih terdapat kekurangan materil sehingga dikembalikan dengan petunjuk dalam P-19 kepada jaksa,” jelasnya.

Berkas tersebut sudah dikirim balik dengan harapan agar polisi bisa segera melengkapi sesuai dengan petunjuk dari jaksa tersebut.

Sebelumnya, penyidik satuan reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease melimpahkan berkas perkara dua tersangka penganiaayan C Peea yang menyebabkan korban meninggal dunia di  di depan Gedung Serba Guna Desa Eri kecamatan Nusaniwe kota Ambon pada Jumat (4/5) lalu.

Tersangka yang diserahkan masing masing F Lopualan alias FL dan G Lopulalan alias GL.

Penyerahan tersangka dilakukan melihat hasil pemeriksaan baik saksi maupun kedua tersangka menguatkan berkas perkara, ditambah hasil laboratorium forensik yang membenarkan bercak darah pada barang bukti berupa balok kayu merupakan darah dari korban.

"Hasil forensik sudah kita terima bahwa benar bercak darah di barang bukti milik korban, hasil pemeriksaan yang dilakukan juga memberatkan kedua tersangka, atas dasar itu, kita limpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Kota Ambon untuk diteliti atau tahap I," jelas Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy, kepada wartawan di Ambon, Senin (10/6).

Untuk diketahui,  dua tersangka pasangan kakak beradik, F Lopulalan alias FL (29) dan G Lopulalan alias GL (28) yang melakukan penganiayaan terhadap warga Eri C Peea di depan Gedung Serba Guna Eri sekitar pukul 22.30 WIT pada Jumat (4/5) hingga korban tewas terancam 7 tahun kurungan penjara.

Dalam pengusutannya Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau menetapkan pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan

“Pasal yang di tetapkan adalah pasal 351 ayat (3) KUHPidana  tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dan ancaman hukumannya 7 tahun kurungan penjara,”ungkap Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada wartawan di Ambon, Sabtu (11/5).

Keduanya menganiaya korban pada Jumat (4/5),  di depan Gedung Serba Guna Eri sekitar pukul 22.30 WIT. Kedua pelaku yang adalah kakak beradik itu saat melancarkan aksinya kepada korban sudah dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.

Korban dicegat kedua pelaku ketika dalam perjalanan pulang bersama sang istri, D Peea (33). (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon