Hukum ›› Jaksa Kembali Teliti Berkas Penipu Arisan Online

Jaksa Kembali Teliti Berkas Penipu Arisan Online


Ambon - Setelah menerima berkas tahap I tersangka penipuan arisan online Judia Mega Diaz alias JMD dari penyi­dik Reskrim Pol­res Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Rabu (13/3), jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Ambon kembali meneliti berkas tersebut.

“Jadi berkas P-19 yang sudah dikembalikan penyi­dik ke JPU saat ini masih teliti,” kata Kasi Pidum Kejari Ambon, Achmad Atamimi kepada Siwalima, Rabu (13/3).

Menurutnya, selama ber­kas itu diteliti, jika JPU Kejari Ambon masih mene­mukan kekurangan, akan dikembali lagi ke penyidik Reskrim beserta petunjuk untuk dilengkapi.

“Kalau belum lengkap akan dikembalikan lagi ke penyidik, tetapi kalau sudah lengkap maka berkas akan dikoordinasikan dengan penyidik untuk dilakukan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU,” jelas Atamimi.

Sebelumnya JPU mengembalikan berkas perkara penipuan arisan online dengan tersangka, Judia Mega Diaz  kepada penyidik Reskrim Polres Ambon. “Berkas kasus penipuan arisan online sudah kami kembalikan lagi ke penyidik untuk dilengkapi,” kata Achmad Atamimi kepada Siwa­lima, Sabtu (2/3).

Berkas perkara ini terpaksa dikembalikan, karena dianggap belum lengkap saat diteliti oleh JPU, sehingga dikembalikan beserta petunjuk untuk dilengkapi penyidik. “Jadi berkas perkara kasus penipuan online ini dikembalikan, karena berkasnya dianggap masih kurang oleh JPU,” ujarnya.

Pasal Berlapis

Penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease masih me­ngembangkan penyidikan kasus penipuan dan penggelapan aris­an online. Korban terus bertambah dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Tersangka Judia Mega Diaz alias JMD dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

“Korban banyak, masih terus pengembangan, sehingga penyidik masih terus sidik,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy, kepada wartawan, Selasa (22/1).

Warga Talake, Kecamatan Nu­saniwe, Kota Ambon ini dijerat pasal 378 dan 372 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara dan denda Rp 60 juta.

Diciduk

Judia Mega Diaz alias JMD diciduk anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease atas penipuan dan penggelapan yang dilakukan melalui arisan online, pada Sabtu (19/1) sekitar pukul 23.00 WIT, setelah dilaporkan oleh korban penipuan.

Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Juskisno Kaisupy kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/1) menjelaskan, awalnya Judia mem­posting tawaran bisnis arisan online di akun facebook.

Ternyata banyak orang yang tertarik, salah satunya Hendra Kairuphan. Lantaran melibat banyak pengikutnya, Hendra kemudian berkomunikasi dengan Judia  melalui chating di facebook. Hendra sepakat mengikuti bisnis tersebut.

Menurut Kaisupy, arisan tersebut dinamakan Arisan Duel, yang memakai istilah kursi. Harga satu kursi dipatok Rp. 250.000. Ke-pada Hendra, Judia menje-laskan, kalau memberikan Rp. 250.000 untuk satu kursi, maka ia akan mendapatkan Rp 400.000.

Merasa yakin dengan penjelasan Judia, Hendra memberikan Rp. 5.000.000 untuk 20 kursi. Rp 3.000.000 ditransfer melalui ATM BCA pada Selasa (15/1). Besoknya, keduanya bertemu di KFC Jalan Kakialy Tanah Tinggi. Hendra memberikan lagi Rp 2.000. 000.

Namun pada Sabtu (19/1) Hendra membaca info di facebook, kalau Judia sementara dicari banyak orang untuk meminta kembalikan uang mereka.

Tak menunggu lama, Hendra langsung melaporkannya ke Polres Pulau Ambon. Judia kemudian ditangkap, dan ditahan. “Penyidik telah memeriksa dua orang saksi dan telah memeriksa terlapor JMD dan telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di rutan polres,”  jelas Kaisupy. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon