Politik ›› Jaksa Bidik Dugaan Korupsi Panwas Malteng

Jaksa Bidik Dugaan Korupsi Panwas Malteng


Masohi - Kejaksaan Negeri Masohi saat ini mulai membidik kasus dugaan korupsi dana Pengawasan Pilkada Malteng senilai Rp 10,8 milyar. 

Bidikan jaksa ini, setelah terungkapnya indikasi kuat penyelewengan keuangan negara oleh Komisioner Panwas Malteng.

“Kita sementara mempelajari informasi yang telah diperoleh terkait dugaan korupsi dana Pengawasan Pilkada Malteng yang bernilai Rp 10,8 milyar,” tandas Kepala Seksi Intelijen Kejari Masohi, Gabriel A Ubleuw kepada Siwalima, Masohi, Kamis (20/4).

Ubleuw memastikan akan segera melakukan kajian hukum untuk kemudian disampaikan kepada Kajari Masohi, agar kasus ini dapat segera diselidiki lebih jauh. “Indikasi penyelewengan anggaran tersebut akan telusuri dan buat telaah hukumnya,” katanya. 

Ia memastikan kasus ini telah menjadi perhatian jaksa dan akan diselidiki lebih lanjut. “Kita akan pelajari semua dugaan yang ada. Prinsipnya kita harus bekerja sesuai prosedur yang ada. Intinya adalah indikasi adanya dugaan penyimpangan dana pengawasan Pilkada Malteng itu tetap akan kita selidiki,” ungkapnya.

Mendengar informasi adanya pantauan dari jaksa terkait dugaan penyelewengan anggaran dimaksud, Ketua Panwas Malteng Stenly Maelissa dikabarkan berupaya melakukan pendekatan.

Maelissa terpantau tiba-tiba mendatangi kantor Kejari Masohi, Kamis (20/4), tanpa ada urusan yang jelas. 

“Tadi Ketua Panwas Malteng datang kemari. Dia mulai bercerita soal pemberitaan di media massa  yang memberitakan adanya dugaan korupsi di tubuh lembaga adhoc yang dipimpinya itu,” tandas sumber terpercaya Siwalima di Kejari Masohi, Kamis (20/4).

Sumber yang enggan namanya dikorankan tersebut, menjelaskan usai curhat, Maelissa lalu bergegas meninggalkan kantor Kejari Masohi.

Adanya dugaan penyelewengan anggaran di jajaran Panwas Malteng mulai terungkap ke publik menyusul tersebarnya sejumlah foto keberadaan istri Ketua Panwas Malteng, yang sedang mengikuti suatu kegiatan Panwasdi Bali, 22  Maret 2017 lalu.

Anehnya kegiatan itu dikhususnya untuk komisioner panwas, namun istri Ketua Panwas hadir dalam rangkaian kegiatan dan menggunakan tanda pengenal yang sama digunakan komisioner Panwas.

Diduga keberangkatan istri Ketua Panwas ini menggunakan biaya perjalanan dinas Panwas Malteng. Belum lagi, sebelumnya ada sejumlah dugaan penyelewengan anggaran di jajaran Panwas Malteng yang sempat dipublikasikan media massa. (S-36)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon