Hukum ›› Jaksa Bidik Aliran Dana ke PKK Korupsi Kominfo

Jaksa Bidik Aliran Dana ke PKK


Ambon - Tim penyidik Kejati Maluku mem­bidik aliran dana kasus dugaan korupsi anggaran master plan dan jaringan wifi tahun 2015 Dinas Kominfo Maluku ke PPK Provinsi Maluku.

Mantan Kadis Kominfo Maluku, Ibrahim Sangadji yang dijerat sebagai tersangka buka mulut ke penyidik soal ke mana saja dana tersebut mengalir. Salah satunya ke PKK Provinsi Maluku

Aliran dana ke PKK Maluku tak be­sar. Hanya Rp 35 juta. Dana itu, digu­nakan untuk menjamu tamu Kemen­terian Kominfo. Padahal sudah ada alo­kasi anggaran di bagian Kerumah­tang­gaan Biro Umum Setda Maluku.

Tim penyidik Kejati Maluku memeriksa mantan Kasubbag Ke­rumahtanggaan Biro Umum Setda Maluku, Fibra Breemer, Kamis (18/5).

Breemer diperiksa pukul 09.45 hingga pukul 10.13 WIT oleh jaksa Irkhan Ohoiulun sebagai saksi. Seharusnya Breemer diperiksa pada Senin (15/5), namun karena alasan tugas dinas ke saparua HUT Pattimura, sehingga yang bersangkutan baru memenuhi panggilan.

Dalam pemeriksaan tersebut, Breemer dicecar dengan 12 pertanyaan terkait dengan kedatangan tamu Kementerian Kominfo tahun 2015 dan jamuan yang diberikan selama mereka berada di Ambon.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan di ruang pers Kejati Maluku membenarkan pemeriksaan Breemer.

Breemer diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka mantan Kepala Dinas Kominfo Maluku, Ibrahim Sangadji.

“Benar tadi ada pemeriksaan terhadap saksi dari protokoler pemda sebagai saksi untuk melangkapi berkas tersangka. Pemeriksaan ini untuk kepentingan penyidikan terhadap berkas tersangka,” jelasnya.

Ditanya soal aliran dana ke PKK Maluku, Sapueltte enggan menjelaskannya, dengan alasan sudah masuk materi perkara.

Periksa Bendahara PKK

Tim penyidik sebelumnya memeriksa Bendahara PKK Provinsi Maluku, Halimah Tussaadrah Soamole, Rabu (3/5) lalu, soal aliran dana Rp 35 juta ke PKK Maluku.

Soamole diperiksa oleh Irkhan Ohoiwulun pukul 09.30 hingga pukul 11.00 WIT dengan dicecar 11 pertanyaan.

Selain Soamole, penyidik juga mencecar PPTK pemasangan jaringan wifi Dinas Kominfo Maluku, Corneli Mailuhu. Mailuhu diperiksa oleh jaksa penyidik Ekrat Hayer pukul 10.00 hingga pukul 11.35 WIT dengan dicecar 9 pertaanyaan.

Untuk diketahui, naiknya status hukum Sangadji dari saksi menjadi tersangka diputuskan dalam ekspos Selasa (24/1) di ruang kerja Kajati Maluku saat itu, Jan S Maringka, yang diikuti oleh Aspidsus dan beberapa jaksa senior.

Penetapan mantan staf ahli gubernur bidang hukum dan politik ini sebagai tersangka didasarkan pada surat Kejati Maluku Nomor : B-118/S.1/Fd.1/2017 tanggal 24 Januari 2017.

Untuk diketahui, aggaran penyusunan master plan program kerja tahun 2015 dianggarkan Rp 750.000.000. Hingga kini belum dibayarkan ke pihak ketiga, padahal sudah dicairkan 100 persen.

Begitupun anggaran wifi tahun 2015 senilai Rp. 675.084.000. juga belum disetor ke pihak ketiga, sementara anggaran sudah dicairkan. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon