Hukum ›› Jaksa Belum Mampu Tangkap Rumatoras

Jaksa Belum Mampu Tangkap Rumatoras


Ambon - Kendati sudah beker­jasama dengan Kejagung, namun Kejati Maluku be­lum juga berhasil menang­kap Direktur PT. Nusa Ina Pratama, Yusuf Rumatoras.

Rumatoras adalah ter­pidana kasus kredit macet Bank Maluku tahun 2006 senilai Rp 4 miliar. Ia dihu­kum 5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung, dan hingga kini me­nghirup udara bebas. Se­mentara tiga terpidana lainnya mendekam di penjara.

Kasi Penkum Kejati Ma­luku, Samy Sapulette, yang dikonfirmasi memberikan alasan yang sama, bahwa jaksa masih  melacak kebe­radaan Yusuf Rumatoras.

“Sampai saat ini kebe­radaan terpidana kasus korupsi kredit macet Bank Maluku, Yusuf Rumatoras masih dilacak,” kata Sapu­lette, kepada Siwalima, Kamis (6/12).

Jika keberadaan Ruma­toras sudah diketahui, kata Sapulette, maka akan langsung dieksekusi.

“Tim sudah berupaya melacak keberadaan terpidana, tapi belum ditemukan. Kalau, sudah diketahui pasti dieksekusi,” ujarnya.

Foto Disebar

Sebelumnya Sapulette menga­ku, foto Direktur PT. Nusa Ina Pra­tama, Yusuf Rumatoras telah disebar di sejumlah wilayah hukum kejaksaan di Indonesia.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat pena­ngkapan terpidana kasus kredit macet Bank Maluku tahun ang­garan 2006 senilai Rp 4 milyar itu, yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Yang jelas identitas yang bersangkutan sudah disampaikan, termasuk hal-hal teknis lainnya,” kata Sapulette kepada Siwalima di Ambon, Jumat (9/11).

Menurutnya, keberadaan Ruma­toras terus ditelusuri. Kejati Maluku juga sudah meminta bantuan media center Kejagung.

“Kami tetap berupaya melacak keberadaan, Rumatoras jika su­dah diketahui akan langsung di­eksekusi. Prinsipnya, dalam pro­ses penegakan hukum tidak ada yang dilindungi. Kan terpidana yang lain sudah dieksekusi, pasti Rumatoras juga akan dieksekusi,” tandas Sapulette.

Kepala Kejati Maluku, Triyono Haryanto juga mengatakan hal yang sama.

“Masih kita lacak. Kalau sudah ketahui keberadaannya pasti di­tangkap. Pastilah akan kami ekse­kusi.  Kami upayakan,” kata kajati ke­pada Siwalima, di ruang kerja­nya, Rabu (1/8).

Disinggung soal beredarnya in­formasi, kalau Rumatoras sudah di­tangkap di Jakarta, namun dile­pas lagi, kajati dengan tegas mem­bantah. “Wah. Tidak ada itu. Ja­ngan bikin isu. Tidak benar itu,” ujarnya.

Kajati mengatakan, jika Ruma­toras sudah ditangkap jaksa akan menyampaikan secara terbuka ke publik, karena tidak ada yang harus ditutupi.

Rumatoras diganjar MA 5 tahun penjara, membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 4 milyar subsider empat tahun penjara.

Terpidana Lain Dieksekusi

Tiga terpidana lain sudah dieksekusi Kejati Maluku ke Lapas Klas IIA Ambon. Mereka adalah Matheus Adrianus Matitaputy, Erick Matitaputty dan Markus F. Fangohoy.

Matheus Adrianus Matitaputy alias Buce, dieksekusi, pada Rabu (25/7). Buce dibawa ke lapas sekitar pukul 11.00 WIT oleh jaksa.  Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan MA No 2120 K/Pid.sus/2017 tanggal 21 Maret 2018, yang menghukumnya 8 tahun penjara, denda Rp. 500 juta subsider 8 bulan, dan membayar biaya per­kara Rp. 2.500.

Sebelumnya Erick Matitaputty dan Markus F. Fangohoy diekse­kusi pada Rabu (11/7).

Mantan analis kredit Bank Maluku ini, dieksekusi sekitar pukul 10.00 WIT ke Lapas Kelas IIA Ambon.

Eksekusi Erick berdasarkan  surat perintah pelaksanaan putusan pengadilan (P-48) Kepala Kejari Ambon Nomor: 034/S.1.10/fu.1/07/2018, tanggal 9 Juli 2018.

Surat P-48 itu, guna melaksa­nakan putusan Mahkamah Agung No. 2123K/Pid.Sus/2017, tanggal 20 Maret 2018, yang menghukum Erick 7 tahun penjara, dan denda Rp.500. 000.000 subsider delapan bulan kurungan.

Sementara Markus Fangohoy dieksekusi berdasarkan surat P-48 Kepala Kejari Ambon  Nomor : 035/S.1.10/fu.1/07/2018 tanggal 9 Juli 2018 guna melaksanakan putusan MA Nomor : 2125/Pid.Sus/2017, tanggal 21 Maret 2018, yang menghukumnya 8 tahun penjara, denda Rp. 500 juta, subsider 8 bulan kurungan. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon