Hukum ›› Jaksa Ancam Jemput Paksa Tersangka Jembatan Gaa Dua Kali Mangkir

Jaksa Ancam Jemput Paksa Tersangka Jembatan Gaa


Ambon - Tersangka kasus korupsi proyek Jem­batan Gaa, Kabupaten SBT, Tommy Andreas kembali mangkir dari panggilan penyidik Kejati Maluku. Andreas dijadwalkan dipe­riksa jaksa, Senin (10/11) namun tak menunjukan batang hidungnya.

Sebelumnya Andreas juga dipanggil pada Senin (27/10) lalu, namun ia juga mangkir. 

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia mengaku, panggilan kedua sudah dilayangkan sejak pekan lalu, namun Andreas tak menunjukan sikap kooperatif.

“Ini panggilannya yang kedua, namun ternyata Andreas tak menun­jukan sikap kooperatif,” ujar Palapia kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Senin (10/11).

Palapia mengatakan, jaksa akan me­ngagendakan panggilan ketiga kepa­da Andreas. Jika tak memenuhi pang­gilan lagi maka dia akan dijemput paksa. “Kita akan agendakan kembali untuk panggilannya yang ketiga, jika nantinya tak hadir lagi maka kita akan jemput paksa,” tandasnya.

Andreas merupakan pelaksana pro­yek Jembatan Gaa. Dia menggunakan PT Putra Seram Timur milik Bader Azis Alkatiri untuk mengerjakan proyek yang dibiayai APBD tahun 2012  senilai Rp 2.162.782.000 itu. Kendati tak dikerjakan, anggaran dicairkan 100 persen.  Dinas PU yang dipimpin Nurdin Mony membuat laporan pertanggungjawaban seolah-olah ada pembangunan jembatan Gaa.

Andreas ditetapkan sebagai ter­sangka setelah penyidik Pidsus menggelar ekspos di ruang kerja Kajati Maluku, I Gede Sudiatmadja, pada Senin 25 Agustus 2014 lalu.

Sebelumnya, Kadis PU Kabupaten SBT, Nurdin Mony yang juga ter­sangka kasus Jembatan Gaa diperiksa penyidik Kejati Maluku, Selasa (4/11). Mony diinterogasi jaksa Bagir tiga jam lebih dengan statusnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas Tommy Andreas. Saat diperiksa Mony dicecar puluhan pertanyaan terkait dengan peranannya sebagai kadis yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek fiktif senilai Rp 2.162.782.000 itu. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon