Hukum ›› Jadi Pengedar Narkoba, Bripka Wardi Dituntut 7 Tahun Penjara

Jadi Pengedar Narkoba, Bripka Wardi Dituntut 7 Tahun Penjara


Ambon - Anggota Polres Pulau Buru, Bripka Wardi Marasabess dituntut tujuh tahun penjara dalam kasus Narkoba, Rabu (8/11), di Pengadilan Negeri Ambon,

Bripka Wardi juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider lima bulan kurungan.

“Kami minta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar me­nghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama tu­juh tahun dan membayar denda 1 miliar rupiah subsider lima bulan kurungan,” tandas JPU Kejati Maluku, Awaludin, dalam tuntutannya.

Menurut JPU, terdakwa ter­bukti melanggar pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa yang mengena­kan kemeja putih lengan pan­jang itu hanya tenang men­dengarkan tuntutan JPU.

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Esau Yorisetouw menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengar­kan pembelaan.

Penasehat tukum terdakwa, Thomas Wattimury yang di­konfirmasi Siwalima terkait tuntutan JPU, enggan berko­mentar. “Saya belum bisa berkomentar apa-apa, nanti saja kita tuangkan dalam pem­belaan,” ujarnya. 

Untuk diketahui, Bripka Wardi Marasabessy tak sendi­rian. Ia dijerat bersama tiga rekannya yang juga anggota Polres Pulau Buru yakni Bripka Gunawan Santoso, Bripka Abas Pelu dan Brigpol Noer Rahman Sudarno. Mereka juga sementara menjalani sidang di Pengadilan Negeri Ambon.

Sebelumnya, dalam dak­waan­nya JPU mengatakan, peran Wardi Marasabessy se­bagai pengedar Narkoba ter­ungkap, berawal dari penang­kapan Ali Alkatiri oleh Aiptu Bahtiar Teppo dengan barang bukti 1 paket sabu-sabu.

Ketika diinterogasi, Ali mengaku sabu itu dibeli dari Gunawan Santoso. Penyidik Satresnarkoba Polres Buru kemudian mengembangkan penyidikan dan menangkap Gunawan Santoso.

Saat diperiksa, Gunawan Santoso muka mulut. Ia me­ngaku membeli 1 paket sabu itu dari Wardi Marasabessy senilai Rp 2.500.000.

Setelah Gunawan buka mulut, Aiptu Bahtiar Teppo, Bripka Arsyad, Brigpol Ashari, Brigpol Imami Junaidi Mamang yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Pulau Buru, AKP Jufri Jawa pada tanggal 11 Maret 2917 sekitar pukul 16.30 WIT bergerak menuju tempat tinggal Wardi di base camp areal tambang emas Gunung Botak, Dusun Wamsait Desa Dava, Kecamatan Waelata.

Mereka lalu menangkap Bripka Wardi. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti.

“Saat penggeledahan polisi menemukam 16 paket sabu, 1 buah dompet coklat dengan uang tunai Rp.60.000.000 yang ditemukan di kasur terdakwa, 1 buah kotak kanebo yang berisi alat hisap sabu, sedotan plastik, sumbu pirex kaca, catton bat, dan 6 buah HP android,” ungkap JPU.

Selanjutnya, terdakwa Wardi dibawa ke Polres Buru. Saat dicecar, ia mengaku memper­oleh sabu dari pamannya, Ali Marasabessy (masih buron) sebanyak 49 paket pada ta­nggal 18 Februari 2017.

Sabu itu juga dijual kepada rekannya anggota polisi di Polres Buru yaitu Bripka Guna­wan Santoso, Bripka Abas Pelu dan Brigpol Noer Rahman Sudarno.  Tak hanya itu, terdak­wa Wardi juga memakai sabu bersama rekan-rekannya itu.

Hal ini juga diperkuat de­ngan tes urine yang dilakukan dok­ter Selvie Leimena di RSU Namlea tanggal 11 Maret yang menya­takan mereka positif memakai Narkoba jenis sabu.  (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon