Daerah ›› ITK Maluku Triwulan I Menurun

ITK Maluku Triwulan I Menurun


Ambon - Indeks Tedensi Konsumen (ITK) Provinsi Maluku pada triwulan I tahun 2017 sebesar 98,26, artinya kondisi ekonomi konsumen meng­alami penurunan dibandingkan tri­wulan sebelumnya.

“Penurunan kondisi ekonomi konsumen ini didorong oleh penu­runan pendapatan rumah tangga de­ngan nilai indeks  92,78 dan mening­katnya inflasi yang tidak berpe­ngaruh signifikan pada peningkatan indeks daya beli dengan nilai 100,16, serta menurunnya indeks konsumen rumah tangga terhadap makanan dan non makanan, dengan nilai indeks 108,92,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutahuruk ke­pada wartawan di ruang aula kantor tersebut, Jumat (5/5).

Dikatakan, nilai ITK secara nasional pada triwulan I mencapai 102,27, jika dilihat menurut provinsi di wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua) dapat diketahui bahwa terdapat empat provinsi Sulampua memiliki indeks diatas 100 yakni Provinsi Gorontalo  nilai indeks 104,71, Provinsi Maluku Utara nilai indeks 101,71, Provinsi Sulawesi Selatan nilai indeks 101,02 dan Provinsi Sulawesi Barat nilai indeks 100,58.

Dan terdapat enam provinsi yang memiliki nilai indeks dibawah 100 yakni Provinsi Papua Barat nilai indeks 98,57, provinsi Sulawesi Tenggara nilai indeks 98,57, provinsi Maluku nilai indeks, 98,26, provinsi Sulawesi Tengah nilai indeks 97,96, Provinsi Papua nilai indeks 92,84 dan Provinsi Sulawesi Utara sekaligus sebagai provinsi dengan nilai ITK terendah 89,89.

“Hal ini menunjukan, sebagian besar provinsi di wilayah Sulampua memiliki kondisi ekonomi yang menurun pada triwulan I tahun 2017. Provinsi dengan nilai ITK yang paling tinggi untuk wilayah ini terjadi di Gorontalo dengan nilai ITK sebesar 104,71,”ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Huta­huruk nilai ITK Provinsi Maluku pada triwulan II diperkirakan se­besar 109,53 artinya ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik dan diikuti dengan tingkat optimisme yang cenderung meningkat diban­dingkan triwulan I.

“Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II akan didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 110,23 dan rencana pembelian barang tahan lama nilai indeks sebesar 108,31,” katanya.

Ia menambahkan, secara nasional ITK diperkirakan mengalami kenai­kan pada triwulan II dengan per­kiraan tingkat optimisme lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Semua provinsi Sulampua juga diperkirakan mengalami peningkatan kondisi ekonomi pada triwulan II dibanding­kan triwulan I. Nilai ITK tertinggi diperkirakan terjadi di Provinsi Gorontalo dengan ITK diperkirakan sebesar 117.08. Sedangkan terendah di Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai ITK diperkirakan 106,43. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon