Daerah ›› Istri Wawali Ambon Meninggal di Belanda Alasan MoU, Pimpinan DPRD tak Ikut

Istri Wawali Ambon Meninggal di Belanda


Ambon - Istri Wakil Walikota Ambon, Iffah Karlina Hadler me­ninggal dunia Senin (10/6), se­kitar pukul 15.20 waktu Amsterdam-Belanda. Nyonya Iffa Karlina Hadler me­ninggal dunia aki­bat sakit penyempitan pembuluh darah di paru-paru.

Berita meninggalnya Nyonya Iffah Karlina Hadler disampaikan Walikota Ambon, Richard Lou­henapessy langsung dari Kota Amsterdam melalui teleconference yang dihadiri Sekot Ambon, AG Latuheru, awak media se Kota Ambon di lantai II Balai Kota Ambon Senin malam.

Menurut Walikota, sebelum meninggal, Nyonya Iffah sempat jatuh pingsan di Bandara Inter­nasional Schiphol Amsterdam  Jumat (7/6) saat bersama rom­bongan mengunjungi kota itu.

“Setelah melalui perawatan medis, tim dokter akhirnya me­mutuskan melepas perawatan medis, lantaran Nyonya Iffah sudah meninggal,” beber Walikota seraya meneteskan air mata..

Jenazah almarhumah Iffah Karlina Hadler saat ini disema­yamkan dalam proses keagamaan di Kota Amsterdam, selanjutnya akan diterbangkan dari Bandara Schiphol Amsterdam menuju Jakarta dan Ambon.

“Nantinya sekitar Kamis (12/6) pagi, jenazah almarhumah sudah tiba di Jakarta dan diberangkatkan menuju Kota Ambon untuk dima­kamkan,” kata Walikota

DPRD tak Terlibat

Seperti diketahui, almarhumah Nyonya Iffah Karlina Hadler ikut bersama rombongan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy ke Belanda. Kunjungan Walikota Ambon dengan rombongan itu dalam rangka tindaklanjuti MoU dan kerja sama Pemkot Ambon dengan Kota Vlissingen dalam bidang kese­hatan, pendidikan dan sosial budaya.

“Kunjungan ini merupakan tindaklanjut kerja sama dan MoU antara Pemerintah Vlissingen dan Kota Ambon. Sebelumnya Walikota Vlissingen sudah mengunjungi Kota Ambon pada tahun kemarin,” ungkap Walikota

Ia mengatakan, jadwal perte­muan dengan Walikota Vlissingen tangal 10-12 Juni di Kota Vli­ssingen, namun gagal dilakukan akibat almarhumah sempat jatuh pingsan di Bandara Amsterdam saat bersama rombongan dari Kota Ambon tiba di bandara tersebut Jumat (7/6). Akibat pingsan, almarhu­mah  tambah Walikota dilarikan ke salah satu rumah sakit terkenal di Kota Amsterdam.

Sekretaris DPRD Kota Ambon, Elkyopas Sillooy yang dikonfirmasi kemarin mengaku  dalam kun­jungan Walikota Ambon dan rom­bongan tersebut tidak melibatkan DPRD Kota Ambon. Rombongan Walikota ke Belanda kata Silooy merupakan agenda Pemkot.

Padahal seluruh kerja sama de­ngan pihak ketiga harus meli­batkan atau ikut ditandatangani oleh pimpinan DPRD.

Hal itu diamanatkan dalam PP Nomor 50 Tahun 2007 tentang tata cara pelaksanaan kerja sama daerah. Dimana dalam BAB IV pasal 9 menyebutkan; “Rencana kerja sama daerah yang membe­bani daerah dan masyarakat harus mendapat persetujuan dari DPRD, dengan ketentuan apabila, biaya kerja sama belum teranggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun ang­garan berjalan dan atau menggu­nakan dan atau memanfaatkan aset daerah”.

Silooy menegaskan DPRD Kota Ambon tidak dilibatkan dalam kunjungan dimaksud. “DPRD Kota Ambon tidak dilibatkan, sehingga tidak ada anggota satu pun yang ikut dengan walikota,” ujar Silooy.

Begitupun dengan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Ambon Jafri Tai­huttu mengakui tidak mengetahui agenda keberangkatan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy ke Belanda.

“Kita tidak tahu soal keberang­katan walikota ke Belanda,” pungkas Taihuttu.

Sementara tiga pimpinan DPRD Kota Ambon yakni Ketua DPRD, James Maatita, Wakil Ketua DPRD, Ely Toisuta dan Rustam Latupono yang dikonfirmasi melalui telepon seluler perihal kunjungan rom­bongan walikota ke Belanda tidak berhasil dihubungi. Meskipun telepon seluler aktif, tetapi ketiga pimpinan DPRD Kota Ambon tidak merespom panggilan Siwalima. Termasuk pesan singkat yang dikirim pun tidak dijawab. (S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon