Visi ›› Inspirasi Kebangkitan dari Perayaan Paskah

Inspirasi Kebangkitan dari Perayaan Paskah


Dalamtradisi liturgi gerejawi kristen, Paskah adalah merupakanmomen sekaligus perayaan penting yang sangat bersejarah di mana pada masa itulah pembebasan manusia dari lumpur dosa oleh Yesus Kristus. Begitu besarnya kasih Yesus Kristus terhadap umat manusia sehingga menuntut kita untuk mengenangnya dalam setiap tahunnya.

Dalam Wikipedia bahasa Indonesia, Paskah diidentikkan dengan Yesus, yang kemudian oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”. Dalam ajaran kristiani, kepercayaan bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan serta setelah itu pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati adalah merupakan sejarah keagamaan yang paling sakral, khususnya terkait dengan kisah perjalanan hidup Yesus Kristus.

Oleh sebab itu, maka Paskah jangan hanya ditempatkan sebagai ritual tahunan yang tidak membawa dampak positif bagi perilaku manusia itu sendiri. Paskah juga jangan sampai hanya sebatas perayaan dengan berbagai bentuk kemeriahan pesta dan ritual kebaktian Gereja yang tidak membawa hikmah terhadap perubahan perilaku manusia itu sendiri. Dalam pemahaman yang lebih luas serta disandingkan dengan kondisi kekinian, Paskah harus dapat dijadikan momen untuk berbagi, berbuat dan ajang menebar kebaikan bagi sesama.

Jangankan untuk berkorban, para penguasa dan kalangan atas negeri ini justru sabar menonton jargon kemiskinan yang sedang diderita oleh masyarakat negeri ini. Bahkan akibat dari kesabaran yang melampaui batas normal itu, sampai-sampai ada yang meninggal dunia akibat kelaparan di negeri yang katanya nan kaya raya ini. Semua itu seolah dijadikan sebagai bahan pertunjukan yang tidak mampu mengusik, mengetuk dan membuka mata hati mereka-mereka yang semestinya mampu meringangkan beban rakyat.

Derita masyarakat seolah bukan derita para pengambil kebijakan negeri ini. Maka tidak mengherankan bahwa yang terjadi kemudian adalah yang miskin semakin bertambah miskin dan yang kaya justru semakin berjaya. Beban orang lain bukanlah persoalan yang dianggap sebagai beban bersama sekalipun tanggung jawab itu sesungguhnya berada di pundaknya selaku penguasa yang semestinya mampu mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Ironisnya, ditengah kondisi kehidupan masyarakat yang serba kesusahan saat ini, muncul berbagai atraksi dan janji-janji yang tidak lain adalah merupakan kebohongan belaka. Kemiskinan dan penderitaan masyarakat dijadikan sebagai modal paling ampuh dalam meraih simpati rakyat. Hal inilah yang sedang dilakukan oleh para pelakon politik, khususnya di Sumut. Memberantas kemiskinan dan janji-janji perubahan menjadi dekat dengan masyarakat sumut. Kepiawaian para tokoh politik dalam upaya “menghipnotis” para penonton yang tidak lain adalah rakyat itu sendiri dengan memberikan segudang janji perubahan menjadi semakin terasa, khususnya pada saat penyelenggaraan Pilgubsu beberapa waktu lalu.

Tidak dapat dielakkan lagi bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia saat ini adalah merupakan korban yang tidak akan pernah mendapat keadilan. Yang ada hanyalah penderitaan dengan berbagai bentuk dan corak yang berbeda namun menghasilkan suatu akibat yang sama yaitu kemiskinan dan kemelaratan. Perilaku kekerasan, diskriminatif dan tersingkirkan seakan menjadi bagian dari perjalanan hidup manusia di negeri ini. Keadilan dan kemakmuran hanyalah sebuah slogan untuk meninabobokkan dan membawa masyarakat terbuai dalam alunan dan angan-angan yang terlalu indah.

Di sinilah perlunya perhatian serius semua pihak, khususnya penguasa terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh rakyat negeri ini. Bagaimana mengembangkan dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat seyogianya menjadi perhatian semua pihak. Paskah adalah merupakan pengorbanan Yesus Kristus terhadap umat manusia.  Oleh sebab itu, maka perayaan Paskah kali ini seyogianya juga dipandang dan dimaknai dalam perspektif pengorbanan dan kebangkitan untuk penyelamatan serta dijadikan inspirasi untuk berbuat yang terbaik bagi sesama.

Perayaan paskah haruslah benar-benar dimaknai sebagai sebuah kebangkitan dalam mengalahkan maut dan dosa. Mengalahkan keserakahan, kerakusan, kebiadaban, kebrutalan serta sifat iri, dengki dan sejumlah perilaku berlumur dosa lainnya. Paskah harus mampu dijadikan inspirasi kebangkitan dalam rangka memulihkan peradaban, menyeberangi penderitaan menuju keadaan yang benar-benar pulih.

Paskah juga haruslah dapat dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi guna meningkatkan kinerja, pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama, bukan dengan menonjolkan kemunafikan dan keserakahan yang hanya akan melahirkan derita bagi manusia lainnya. Akhirnya, Selamat merayakan Paskah bagi seluruh umat atau jemaat yang sedang merayakannya.  (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon