Daerah ›› Ijazah Milik Korban Bencana Kebakaran Diproses

Ijazah Milik Korban Bencana Kebakaran Diproses


Ambon - Semiggu sudah korban bencana kebakaran masih mendiami tenda-tenda yang dibangun pemkot pasca kebakaran yang terjadi pada Senin (24/10) lalu. Mereka yang paling terkena dampak dari kebakaran ini sendiri adalah siswa sekolah, yang mana ijazah mereka tidak dapat diselamatkan akibat bencana yang menimpa mereka saat itu.

Kadis Pendidikan Kota Ambon Benny Kainama, yang dikonfirmasi terkait dengan ijazah milik para korban bencana ini, mengaku,  data seluruh siswa yang memiliki ijazah sudah diperoleh. Untuk itu pihaknya akan mulai memproses pembuatan ijazah baru kepada mereka.

“Kita akan segera memproses pembuatan ijazah milik para siswa yang tidak dapat diselamatkan akibat bencana kebakaran,” tutur­-nya Kainama kepada Siwalima di Balai Kota, Senin (31/10).

Menurutnya, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan RT/RW setempat terkait dengan data para siswa yang ijazahnya terbakar. Jumlah siswa yang terkana musibah kebakaran itu memang cukup banyak dan berasal dari semua jenjang pendidikan.

Dindik sendiri tidak ingin terjadi kesalahan, sehingga data yang diperoleh terus di validasi agar benar-benar mereka yang menjadi korban bencana kebakaran harus kembali peroleh ijazah pengganti.

“Mereka yang punya ijazah terbakar ini ada pada semua jenjang pendidikan mulai dari TK itu 11 orang, SD 32 orang, SMP 14 orang, SMA 4 orang dan mahasiswa 17 orang. Namun tidak semua dibuatkan ijazah baru,” ungkap Kainama.

Ia mencontohkan untuk siswa SD misalnya yang belum memiliki ijazah sehingga siswa yang mendapat proritas adalah SMP, SMA/SMK dan Mahasiswa.

“Kita berharap pertengahan november para siswa sudah bisa memiliki ijazah yang baru karena itu sangat dibutuhkan oleh mereka,” janjinya.

Sebelumnya diberitakan, Penjabat Walikota Ambon FJ Papilaya, Rabu (26/10), meninjau lokasi kebakaran di kawasan Soabali, Kecamatan Nusaniwe.

Saat peninjauan tersebut, walikota menemukan anak-anak pengungsi tak bersekolah. Hal itu disebakan mereka tak mempunyai pakaian seragam. Pakaiannya ludes dilalap api, Senin (24/10).

“Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan agar segera melakukan koordinasi dengan pihak sekolah agar siswa pengungsi korban musibah kebakaran ini harus ke sekolah,” ujar walikota kepada wartawan disela-sela peninjauan tersebut.(S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon