Daerah ›› Hujan & Angin Masih Mengancam Warga Dihimbau Waspadai longsor dan banjir

Hujan & Angin Masih Mengancam


Ambon - Cuaca ekstrim masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi curah hujan tinggi disertai angin kencang akan  terjadi di Maluku di bulan Juni hingga Agustus.

Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir ban­dang, genangan air, pohon tumbang, serta potensi gang­guan transportasi laut, darat, udara akibat angin kencang dan gelom­bang tinggi.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Am­bon, Ot Olar Sem Wilar mengatakan,  hasil analisa klimatologis,  wilayah Kota Ambon dan sejumlah ka­bu­paten lain yakni Kabu­paten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Kabu­paten Buru Selatan menca­pai curah hujan tertinggi pada Juni hingga Agustus.

“Hasil analisa pada Juni hingga Agustus berada pada kategori menengah hingga tinggi. Kondisi atmosfer di sekitar wilayah Maluku berdasarkan analisa satu minggu kedepan menunjukan keadaan yang cukup labil,” jelas Wilar kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Minggu (9/6).

Menurutnya, di bulan ini Maluku mendapat banyak hujan. Berda­sarkan data klimatologis musim hujan akan berkurang pada awal September, namun tergantung respon atsmosfer.

Kondisi atmosfer wilayah Maluku cukup dinamis. Bisa saja musim hujan bertambah panjang ataupun berkurang. Pasalnya, kelembaban udara lapisan bawah hingga atas mengindikasikan keadaan yang cukup basah, kecuali  wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya akibat dari instrusi dorongan udara kering dari belahan bumi selatan.

“Oleh karena itu, kita memper­kirakan kondisi ini akan disertai fase basah akibat dari aktivitas gelom­bang atmosfer Madden Julian Oscilattion (MJO) yang berada di wilayah Indonesia satu minggu kedepan,” kata Wilar.

Merujuk pada kondisi atmosfer wilayah Maluku, Wilar menghimbau masyarakat memaspadai cuaca buruk di sejumlah wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir berpeluang terjadi di Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, dan Buru Selatan.

Pola angin juga berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian Selatan. Angin dengan kecepatan diatas 25 knot atau 48 km/jam juga berpeluang terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

Tidak hanya angin kencang, tetapi gelombang tinggi berpeluang terjadi di sejumlah wilayah dengan ketinggian 1,25 meter hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di laut Seram,  Perairan Utara Kepulauan Kei,  Perairan Utara Kepulauan Aru, Perairan Selatan Ambon,  Laut Banda, Perairan Selatan Ambon, Perairan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepu­lauan Babar, Perairan Kepulauan Sermata, Laut Arafura  dan Perairan Kepulauan Leti.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Dan hal ini kami sudah sam­paikan kepada instansi terkait yakni BPBD, KSOP, Dinas Perhubungan dan ban­dara untuk tetap waspada,” ujar Wilar.

Warga Dihimbau Waspada

Sejumlah kepala daerah menghim­bau masyarakat untuk terus mening­katkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca buruk akhir-akhir ini.

Walikota Ambon, Richard Lou­henapessy sadar betul, kota yang dipimpinnya itu merupakan salah satu wilayah rawan banjir, longsor dan pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.

“Warga harus berikhtiar dan lebih berhati-hati. Jika melihat kondisi ter­tentu, hendaknya segera mening­gal­kan rumah dan mencari lokasi aman untuk menghindari korban jiwa,” kata Lohenapessy, kepada war­tawan, Rabu (5/6).

Menurutnya, Pemkot Ambon tetap memberikan perhatian 1 x 24 jam untuk kebutuhan warga, ter­utama daerah terdampak dan selu­ruh dinas terkait sudah diinstruk­sikan  selalu waspada dan stand by.

Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua juga menghimbau masyarakat Maluku Tengah untuk meningkat­kan kewaspadaan.

“Kami sarankan kepada warga yang berada di lokasi rawan bencana selalu waspada dan bagi dinas ter­kait segera evakuasi apabila terjadi bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa,” tandas Tuasikal, kepada Siwalima, Sabtu (8/6).

Bupati Seram Bagian Barat, Yasin Payapo saat sejumlah sungai me­luap langsung menyampaikan peringatan kepada warga SBB dan masyarakat lainnya agar meningkatkan kewas­padaan.

Payapo mengingatkan masyarakat untuk hati-hati melewati jembatan di sejumlah sungai di SBB.

“Saya himbau supaya setiap orang tidak hanya warga SBB, tetapi warga Maluku secara umum yang menggu­nakan transportasi darat melewati jembatan di Tala dan Taniwel untuk hati-hati. Tapi syukur alhamdulilah, ketika bencana itu datang tidak ada korban jiwa,” kata Payapo, kepada Siwalima, Minggu (9/6).

Sama halnya dengan Bupati Buru, Ramly Umasugi. Kepada warganya, ia meminta untuk menjauh dari luapan Sungai Waeapo.

Umasugi mengaku, sudah mene­rima warning dari BMKG, dan sebagai tindak lanjut, warga yang berada di wilayah rawan bencana banjir untuk sementara diungsikan ke tempat yang lebih aman. (S-40/S-31/S-36)


Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, pohon tumbang, serta potensi gangguan transportasi laut, darat, udara akibat angin kencang dan gelombang tinggi.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Ot Olar Sem Wilar mengatakan,  hasil analisa klimatologis,  wilayah Kota Ambon dan sejumlah kabupaten lain yakni Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Kabupaten Buru Selatan mencapai curah hujan tertinggi pada Juni hingga Agustus.
“Hasil analisa pada Juni hingga Agustus berada pada kategori menengah hingga tinggi. Kondisi atmosfer di sekitar wilayah Maluku berdasarkan analisa satu minggu kedepan menunjukan keadaan yang cukup labil,” jelas Wilar kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Minggu (9/6).
Menurutnya, di bulan ini Maluku mendapat banyak hujan. Berdasarkan data klimatologis musim hujan akan berkurang pada awal September, namun tergantung respon atsmosfer. 
Kondisi atmosfer wilayah Maluku cukup dinamis. Bisa saja musim hujan bertambah panjang ataupun berkurang. Pasalnya, kelembaban udara lapisan bawah hingga atas mengindikasikan keadaan yang cukup basah, kecuali  wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya akibat dari instrusi dorongan udara kering dari belahan bumi selatan.
“Oleh karena itu, kita memperkirakan kondisi ini akan disertai fase basah akibat dari aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscilattion (MJO) yang berada di wilayah Indonesia satu minggu kedepan,” kata Wilar. 
Merujuk pada kondisi atmosfer wilayah Maluku, Wilar menghimbau masyarakat memaspadai cuaca buruk di sejumlah wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir berpeluang terjadi di Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, dan Buru Selatan. 
Pola angin juga berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian Selatan. Angin dengan kecepatan diatas 25 knot atau 48 km/jam juga berpeluang terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya. 
Tidak hanya angin kencang, tetapi gelombang tinggi berpeluang terjadi di sejumlah wilayah dengan ketinggian 1,25 meter hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di laut Seram,  Perairan Utara Kepulauan Kei,  Perairan Utara Kepulauan Aru, Perairan Selatan Ambon,  Laut Banda, Perairan Selatan Ambon, Perairan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Sermata, Laut Arafura  dan Perairan Kepulauan Leti.
“Kami himbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Dan hal ini kami sudah sampaikan kepada instansi terkait yakni BPBD, KSOP, Dinas Perhubungan dan bandara untuk tetap waspada,” ujar Wilar.
Warga Dihimbau Waspada
Sejumlah kepala daerah menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca buruk akhir-akhir ini. 
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy sadar betul, kota yang dipimpinnya itu merupakan salah satu wilayah rawan banjir, longsor dan pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.
“Warga harus berikhtiar dan lebih berhati-hati. Jika melihat kondisi tertentu, hendaknya segera meninggalkan rumah dan mencari lokasi aman untuk menghindari korban jiwa,” kata Lohenapessy, kepada wartawan, Rabu (5/6).
Menurutnya, Pemkot Ambon tetap memberikan perhatian 1 x 24 jam untuk kebutuhan warga, terutama daerah terdampak dan seluruh dinas terkait sudah diinstruksikan  selalu waspada dan stand by.
Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua juga menghimbau masyarakat Maluku Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. 
“Kami sarankan kepada warga yang berada di lokasi rawan bencana selalu waspada dan bagi dinas terkait segera evakuasi apabila terjadi bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa,” tandas Tuasikal, kepada Siwalima, Sabtu (8/6).
Bupati Seram Bagian Barat, Yasin Payapo saat sejumlah sungai meluap langsung menyampaikan peringatan kepada warga SBB dan masyarakat lainnya agar meningkatkan kewaspadaan.
Payapo mengingatkan masyarakat untuk hati-hati melewati jembatan di sejumlah sungai di SBB. 
“Saya himbau supaya setiap orang tidak hanya warga SBB, tetapi warga Maluku secara umum yang menggunakan transportasi darat melewati jembatan di Tala dan Taniwel untuk hati-hati. Tapi syukur alhamdulilah, ketika bencana itu datang tidak ada korban jiwa,” kata Payapo, kepada Siwalima, Minggu (9/6).
Sama halnya dengan Bupati Buru, Ramly Umasugi. Kepada warganya, ia meminta untuk menjauh dari luapan Sungai Waeapo. 
Umasugi mengaku, sudah menerima warning dari BMKG, dan sebagai tindak lanjut, warga yang berada di wilayah rawan bencana banjir untuk sementara diungsikan ke tempat yang lebih aman. (S-40/S-31/S-36)


comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon