Politik ›› Herman - Vanath Coba Keberuntungan di PDIP Jelang Pilkada Maluku

Herman - Vanath Coba Keberuntungan di PDIP


Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath mencoba keberuntungan dengan mengambil formulir pen­daftaran tahapan pen­jaringan dan penya­ringan cal­kada Pro­vinsi Maluku di kantor DPD PDIP, Rabu (17/5).

Meski ti­dak datang secara langsung untuk mengambil formulir, namun Herman dan Vanath yang akan ber-­pasangan dalam Pil­kada Maluku 2018 mendatang mengirimkan belasan utusan. Herman meng-ambil formulir sebagai bakal calon gubernur, se­mentara Vanath bakal calon wakil gubernur.

Pantauan Siwalima di kantor DPD PDIP Provinsi Maluku, sekitar 15 orang utu­san Herman-Vanath tiba secara bersamaan pukul 10.35 WIT. Utusan Herman berjumlah 10 orang sedang­kan Vanath 5 orang.

Yang unik dalam proses peng­ambilan formulir kema­rin, para pendukung Herman merupakan kader-kader PDIP baik dari DPD, DPC maupun PAC.

Pendukung mantan Waka­jati Maluku itu mengenakan kaos ber­warna merah yang bertuliskan ‘Herman Koe­doe­boen for Maluku. Se­dangkan utusan mantan Bupati Seram Bagian Timur mengenakan pakaian bebas rapih.

Kedatangan utusan dari Her­man-Vanath dengan tag­line MA­LUKU HEBAT ini di­sambut oleh Tim Penja­ringan Bakal Calon Guber­nur dan Wakil Gubernur PDIP, Ira Nikijuluw dan bebe­rapa rekannya. Utusan Her­man yang lebih dulu me­ng­ambil formulir pendaftaran.

Alex Pattiasina dan Nah­wan Matdoan yang diutus Herman kemudian mende­ngar penje­lasan dari tim penjaringan. Penjelasan ter­sebut terkait tata cara pe­ngisian formulir pendaftaran.

Setelah menerima formu­lir, giliran Fajrin Rumalutur dan Rudy Maloky yang diutus me­ngambil formulir. Dua orang utusan ini menunjukan surat kuasa kepada tim penjari­ngan selanjutnya dijelaskan mengenai pengi­sian formulir.

Usai mengambil formulir, Rudy Maloky, utusan Vanath mengaku jika tim Vanath dan Herman sudah menjalin ko­munikasi untuk me­ngambil formulir pendaftaran di PDIP secara bersamaan.

“Iya memang kita komu­nikasi untuk datang ambil formulir sama-sama,” ujar Maloky kepada Siwa­lima, Rabu (17/5).

Tidak hanya itu, Maloky juga memastikan Herman-Vanath su­dah deal berpa­sangan dan tidak akan di­rubah lagi, sehingga keda­ta­ngan utusan ini juga seka­ligus menunjukan kekom­pa­kan kedua­nya. “Sudah deal. Pasangan ini tidak bisa dirubah lagi,” tandasnya.

Sementara itu, utusan Herman Koedoeboen, Nah­wan Matdoan usai meng­am­bil formulir pendaf­taran mengatakan, sesuai dengan mekanisme PDIP sudah lebih dulu membuka proses penjaringan dan penyari­ngan sehingga Herman mem­berikan kuasa kepada untuk mengambil formulir.

“Lewat surat kuasa yang diberikan, maka hari ini kita sudah mengambil formulir untuk bakal calon gubernur Maluku atas nama Pak Herman Koedoeboen,” kata kader PDIP itu.

Setelah mengambil formu­lir tersebut, jelas Matdoan, selanjutnya akan diproses sesuai ketentuan yang ada, sehingga secepatnya ber­kas tersebut akan dikemba­likan.

“Nanti setelah ini kita pro­ses semua persyaratannya. Mungkin paling lambat ta­nggal 25 Mei sudah kemba­likan formulir ini. Nanti Pak Herman sendiri yang kem­balikan,” jelasnya.

Kendati demikian, Mat­doan enggan menjelaskan secara detail Herman-Va­nath sudah resmi berpasa­ngan. “Signal memang su­dah ke arah sana. Tetapi nanti biarlah Pak Herman sendiri yang berikan ketera­ngan. Mungkin ketika mau kembalikan, beliau akan sampaikan ke media,” tandasnya.

Sekitar pukul 11.05 wit, utusan Herman-Vanath se­cara bersama-sama pergi me­ninggalkan sekretariat DPD PDIP.

Utusan Lucky

Dihari yang sama, Sekre­taris DPD PDIP Provinsi Maluku, Lucky Wattimury juga mengirimkan utusan untuk mengambil formulir pendaftaran balon wagub.

“Jadi hari ini yang ambil formulir ada utusan dari tiga kandidat, yaitu Herman Koe­doeboen ambil for­mulir balon gubernur, Abdullah Vanath balon wagub dan Lucky Watti­mury balon wagub,” jelas Wakil Ketua Tim Penjaringan dan Penya­ringan Calkada PDIP, Benhur Watubun kepada Siwalima, Rabu (17/5).

Watubun menambahkan, untuk Lucky Wattimury, ada dua utusan yang datang mengambil formulir, yaitu Domy Pattilew dan Niko Mahulette. Kedua utusan itu mengambil formulir sekitar pukul 15.00 WIT. (S-46)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon