Hukum ›› Herda Engel Akui Sering Diteror Saliha Cs Kasus Pengrusakan Kaca Jendela

Herda Engel Akui Sering Diteror Saliha Cs


Ambon - Ny.Herda Engel/Silooy mengaku, sering diteror Ny.Heni Saliha/Hetharia dan Ny.Erna Saliha/Nussy, lantaran tanah yang diatasnya berdiri satu unit bangunan rumah dibelinya dari saudara laki-laki Saliha Cs yakni Berthy Saliha.

Pengakuan Ny.Herda ini disampaikan Minggu (9/8) saat berkunjung ke  Kantor Redaksi Siwalima. Menu­rut­­nya, dirinya bukan pemicu hingga menyebab­kan Ny.Heni Saliha/Hetharia dan Ny.Erna Saliha/Nussy itu dijadikan tersangka oleh Polsek Nusaniwe.

“Sejujurnya saya ini korban karena sering diteror pasca membeli tanah yang diatasnya berdiri satu unit rumah. Saya yang beli rumah dari Berthy Saliha, saudara laki-laki Ny Heni dan Ny Erna Saliha. Kok, saya yang disalahkan dalam kasus ini. Persoalan keluarga diantara mereka justru saya yang jadi korban,” jelas Ny Herda.

Menurut Ny.Herda, kasus pengrusakan kaca jendela oleh Ny.Erna Saliha Nussy hingga yang bersangkutan ditahan oleh Polsek Nusa­niwe itu merupakan puncak dari berbagai tindakan teror dan intimidasi yang dilakukan terhadap dirinya selaku orang yang sudah membeli tanah tersebut.

Dikatakan, melaporkan tindakan atau perbuatan Ny.Erna Saliha/Nussy ke pihak Polsek Nusaniwe merupakan langkah terbaik menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab sejak dirinya membeli tanah yang diatasnya berdiri satu unit rumah itu, dirinya kerap mendapat teror, mulai dari pelemparan rumah, pembuangan sampah, hingga ular ke dalam rumah sampai diintimidasi.

“Saya jadi heran, saya beli dari saudara laki-laki mereka, Berthy Saliha, kok yang sewot saudara perempuannya. Jadi dalam hubungan kekerabatan orang Maluku khusus orang Ambon, yang berhak atas tanah itu laki-laki atau perempuan. Sebab kenyataannya dua orang ibu rumah tangga ini sangat terganggu dengan pembelian tanah itu oleh saya. Seharusnya mereka berurusan dengan Berthy Saliha saudara laki-laki mereka dan bukan dengan saya,” beber Ny.Herda.

Diungkapkan, setelah kasus ini dilaporkan ke Polsek Nusaniwe, pihak polsek sudah memberikan ruang kepada Ny.Saliha Cs itu untuk membicarakan persoalan pembelian rumah ini secara kekeluargaan alias berdamai.

“Bohong, kalau saya tidak mau menyelesaikan masalah ini bersama dengan para pelaku yang kini sudah ditahan. Ketika dipanggil  pun saya datang dan menun­-jukan kwitansi pembelian tanah dan bangunan. Dan waktu itu yang hadir hanya Heny Saliha/ Hetharia,  sedangkan pada keesokan harinya baru Erna Saliha/Nussy,” jelas Silooy.

Sebelumnya diberitakan, gara-gara selisih paham, Erna Saliha/Nussy (56) ibu rumah tangga warga desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe harus menjadi tersangka dan ditahan di Polsek Nusaniwe di Latuhalat.

Informasi yang dihimpun Siwalima Jumat (7/8) menye­-butkan, kejadian itu bermula dari selisih paham sampai adanya perasaan diintimidasi dan perusakan kaca jendela sampai pecah oleh Erna Saliha terhadap rumah pelapor yakni Herda Engel.

Atas laporan Herda ini, Polsek Nusaniwe memanggil Erna Saliha/Nussy dan Ny Heni Saliha/Hetharia yang juga warga Amahusu untuk dimintai keterangan. Pada hari Kamis (6/8), Erna Saliha memenuhi panggilan Polsek untuk dimintai keterangan. Ia datang ke Polsek sekitar pukul 11.00 WIT. Namun sampai tengah malam yang bersangkutan tidak diijinkan pulang, karena langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Sampai Jumat (7/8), Erna Saliha masih ditahan di Polsek Nusaniwe. Sementara sejak pemeriksaan sampai tidak kembali ke rumahnya, keluarganya tidak mengetahui kalau dia usai diperiksa langsung jadi tersangka dan ditahan.

Sementara terlapor lain, Ny Heni Saliha/Hethari, pada Jumat baru memenuhi panggilan dan mendatangi Polsek di Latuhalat untuk diperiksa. Ternyata, si ibu berusia 74 tahun ini juga dijadikan tersangka lagi.

Ny Heni Saliha sebenarnya juga akan ditahan. Namun pertimbangan faktor usia yang bersangkutan tidak ditahan dan dikenai sanksi wajib lapor di Polsek. Kejadian ini dari data dan informasi yang dikumpulkan, adalah merupakan persoalan internal keluarga yang diantaranya ada yang menjual rumah dan tanah kepada si pelapor Herda Engel. Namun, Herda sebagai pembeli dan bertetangga dengan Ny Erna dan Ny Heni, merasa bahwa dirinya selalu merasa tidak nyaman dan terganggu dengan sikap dari keluarga penjual terutama Ny Erna dan Ny Heni.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Nusaniwe, Lesnusa ketika dihubungi wartawan, mengakui, pihaknya sedang menangani laporan tersebut dan sudah diperiksa terlapor Erna Saliha/Nussy, yang kemudian dijadikan tersangka.

“Iya benar. Kami sudah periksa sesuai laporan polisi pelapor. Menurut pelapor, sikap dan tindakan terlapor sudah sering tidak mengenakan dan membuat dirinya merasa tidak nyaman, dan akhirnya sampai dengan perusakan kaca jendela rumahnya. Karena itu kami periksa dan sesuai barang bukti maka dijadikan tersangka,’’ ungkap Lesnusa melalui telepon selulernya. (S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon