Politik ›› HEBAT Klaim Mampu Garap 'Swing Voters' Jelang Suksesi Maluku

HEBAT Klaim Mampu Garap 'Swing Voters'


Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Herman Koedoe boen-Abdullah Vanath, meng­klaim mampu meningkatkan elektabilitas maupun popu­laritas disisa waktu menje­lang Pilkada 2018.

Hal ini disampaikan pasa­ngan dengan akronim HEBAT ini bukan tanpa alasan. De­ngan keyakinan jika dengan menawarkan konsep kerak­yatan maka keduanya mampu mencuri perhatian masyara­kat. Ini dapat dilakukan me­lalui dengan pendekatan-pendekatan sosialisasi dan konsolidasi langsung ke masyarakat.

“Kita menghormati semua lembaga survei yang mem­publikasikan bahwa saya maupun Pak Vanath berada dibawah. Tetapi dari hasil yang ada, saya melihat ada potensi yang mana potensi itu ada 20 sampai 25 persen pada posisi mengambang. Inilah yang akan menjadi peluang kita untuk bisa meraih hati masyarakat me­lalui apa yang kita tawarkan ke masyarakat,” kata Herman Koedoe­boen saat mengembalikan formu­lir pendaftaran di DPW PKB Maluku bersama pasangannya Abdullah Vanath, Sabtu (5/8).

Pantauan Siwalima, pasangan HEBAT tiba di Sekretariat DPW PKB Maluku sekitar pukul 12.00 WIT. Ke­duanya hadir didampingi tim pendukung. Kehadiran pasangan HEBAT ini disambut langsung oleh Ketua DPW PKB Maluku Basri Damis dan juga Ketua Desk Pilkada PKB Malaka Yaluhun bersama tim Desk Pilkada lainnya.

Herman Koedoeboen usai me­nyerahkan dokumen berupa for­mulir pendaftaran menjelaskan, ia dan Vanath saat ini masih terfokus untuk melakukan konsolidasi mau­pun komunikasi politik dengan partai-partai politik. Hal ini ber­tujuan agar kedianya bisa mem­peroleh rekomendasi politik untuk maju dalam pesta demokrasi Pilkada Maluku.

“Kita terus komunikasi dengan partai politik untuk dapat mem­per­oleh kepercayaan dari partai politik dengan opsi-opsi atau tawa­ran yang kita miliki untuk membangun Maluku kedepan,” jelas Herman.

Mengenai optimisme berproses di PKB dan mendapatkan reko­mendasi partai besutan Gus Dur itu, Herman menyatakan optimis­me merupakan suatu landasan untuk ia dan Vanath berproses di partai politik, termasuk PKB. Untuk itu, tentunya HEBAT meyakini baik PKB maupun partai politik lainnya akan rasional dalam memberikan rekomendasi.

“Kalau ditanya optimis, tentu saja semua bakal calon gubernur mau­pun wakil gubernur optimis, terma­suk kami (HEBAT-red),” ujarnya.

Mantan Wakajati Maluku ini me­nargetkan sedikitnya ada 4 partai politik yang akan memberikan rekomendasi kepada HEBAT. Dian­taranya PDIP, Nasdem, Hanura maupun PKB.

“Kita yakin partai-partai itu dan juga termasuk partai lainnya yang Pak Vanath sudah berproses. Intinya kita target lebih dari syarat untuk lolos dalam pencalonan yaitu 9 kursi,” tandasnya.

Sementara itu, balon Wagub Abdullah Vanath mengatakan, basis tradisional akan disasar keduanya untuk bisa memperoleh dukungan. Ditambah lagi dengan daya jelajah yang kuat maka diperkirakan akan memperkuat basis massa keduanya.

“Kita akan tawarkan konsep ke­rakyatan yang memang akan me­nge­na langsung ke masyarakat. Apa­lagi program-program ini memberikan solusi bagi masya­rakat untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan sehingga akan diterima dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, dengan amu­nisi dan daya juang yang dimiliki, maka mantan bupati SBT dua pe­riode ini yakin apa yang ditawarkan kepada masyarakat akan laris manis. Dengan begitu, tentunya dapat meningkatkan elektabilitas dan popularitas keduanya.

Survei

Berdasarkan hasil survei yang dirilis lembaga survei Sinergi Data Indonesia (SDI) beberapa waktu lalu terungkap untuk balon Gubernur, ada 3 balon yang berpotensi ikut dalam Pilkada. Ketiganya yaitu Said Assagaff, Herman Koedoeboen dan Irjen Murad Ismail.

Data survei yang dilakukan terha­dap tiga kandidat tersebut, tingkat popularitas Said Assagaff masih tertinggi yatu berada pada angka 90,60 persen. Sedangkan popula­ritas Herman 61,20 persen kemu­dian popularitas Murad 30,60 per­sen.

Sementara tingkat ketersukaan masyarakat terhadap ketiga figur tersebut, Assagaff memiliki 74,39 persen, disusul Herman 67,52 persen dan Murad memiliki tingkat ketersukaan dari masyarakat 51,69 persen.

Tidak sampai disitu, SDI juga me­la­kukan survei terhadap pilihan masyarakat dari ketiga kandidat yang ada. Yang mana dari tiga figur itu, Assa­gaff memiliki elektabilitas seba­nyak 49,8 persen, disusul Herman 21 persen dan Murad 2,20 persen. Sedangkan 0,40 memilih kandidat lain dan 26,20 persen responden belum menentukan pilihan. (S-46)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon