Daerah ›› Haumase Minta Warga Dukung Penataan Terminal Mardika

Haumase Minta Warga Dukung Penataan Terminal Mardika


Ambon - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, J Haumasse meminta warga untuk mendukung pihaknya melakukan penataan di Terminal Mardika.

"Penanganan persoalan kemacetan kendaraan angkutan kota (angkot) di Terminal Mardika, pada dasarnya memerlukan dukungan perilaku dan kesadaran masyarakat secara umum. Hal ini disebabkan banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di dalam areal terminal, pada dasarnya memerlukan dukungan perilaku dan kesadaran masyarakat secara umum," jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, J Haumasse, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (21/12).

Menurutnya, saat ini ketersediaan tenaga lapangan Dishub Kota Ambon yang bertugas di Terminal Mardika masih sangat minim karena hanya sekitar 20 petugas namun dengan jumlah yang terbatas ini, pihaknya tetap berupaya melaksanakan tugas dan tanggung jawab semaksimal mungkin, untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat pengguna terminal, karena itu dalam rangka penyediaan kondisi terminal yang baik sehingga tidak menganggu aktifitas lainnya, sangat diharapkan ada dukungan perilaku masyarakat, dalam hal ini para PKL untuk tidak lagi berjualan di dalam areal terminal, yang notabene diperuntukan bagi angkot.

"Petugas kita di terminal hanya 20 orang. Saya yakin siapa pun orangnya jika disuruh bertugas di sana pasti akan lari meninggalkan pekerjaan, tidak tahu harus mengatur angkot atau PKL sehingga saya minta ada pengertian baik dari masyarakat yang berjualan di terminal supaya tidak lagi berjualan di sana karena terminal itu bukan tempat untuk berjualan," ungkapnya.

Haumasse menjelaskan, dirinya telah mengerahkan hampir seluruh petugas laki-laki di lingkup Dishub Kota Ambon, termasuk juga para kepala seksi (kasie) dan kepala bidang (kabid) untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan.

Menyangkut mobil angkot yang sering kali berputar arah untuk keluar dari teminal melalui pintu masuk, dirinya menjelaskan, kondisi tersebut dikarenakan padatnya pedagang yang berjualan di areal terminal, sehingga tidak memungkinkan para pengemudi angkot masuk sampai ke dalam.(S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon