Hukum ›› Hamili Anak Kandung, Sohilait Dituntut 15 Tahun Penjara

Hamili Anak Kandung, Sohilait Dituntut 15 Tahun Penjara


Ambon - Warga Desa Alang Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Malteng, Yanes Adise Sohilait dituntut 15 tahun penjara, dan membayar denda denda Rp 100 juta subsider satu tahun oleh jaksa atas perbuatannya menyetubuhi anak kandungnya hingga hamil.

Tuntutan tersebut dibacakan JPU Kejari Ambon, Els Leunupun dalam sidang tertutup, Kamis (18/5) di Pengadilan Negeri Ambon. Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai RA Didi Ismiatun.

“Dalam tuntutan, kami meminta agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara dan membayar denda Rp 100 juta subsider satu tahun  kurungan,” jelas Leunupun, ke­pada wartawan, usai sidang.

Leunupun mengatakan, ter­dak­wa dijerat dengan pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sidang dengan agenda pembe­laan terdakwa akan digelar pekan depan.

Seperti diberitakan, Yames tega menyubuhi anak kandungnya sen­diri yang baru berusia 14 tahun hing­ga hamil. Perbuatan bejat ini dila­kukan sejak bulan April 2016, baru terungkap pada 30 November.

Korban biasanya tidur sekamar dengan ayah dan ibunya. Yames tak kuasa menahan nafsunya ketika melihat korban tidur.

Alhasil, ketika kondisi rumah sepi. Yames lalu memaksa korban me­layani nafsu bejatnya. Ia meng­ancam korban untuk tidak mem­beritahukanya kepada orang lain. Di bawah ancaman, korban terpaksa melayani  ayahnya.

Perbuatan Yames akhirnya ter­bongkar, ketika ibu korban melihat perubahan tingkah laku anaknya itu.

Nenek korban yang juga curiga dengan kondisi badan dan perut korban yang sudah mulai membesar, kemudian memanggil korban, dan menanyakan kecurigaannya ter­sebut.

Korban lalu menceritakan perbua­tan ayahnya kepada sang nenek­nya.  Sang nenek kemudian berini­siatif untuk membawa korban ke rumah sakit untuk memastikan bahwa korban hamil. Nenek korban terkejut dengan hasil pemeriksaan yang menyatakan korban dalam kondisi hamil.

Berita kehamilan korban pun ter­dengar di keluarga. Mereka geram. Keluarga kemudian  mendesak korban untuk mengatakan siapa pe­laku yang menghamili korban, tetapi karena takut korban memilih diam.

Nenek korban akhirnya mence­ritakan, kalau Yameslah yang me­nghamili korban. Ibu korban ke­mudian melaporkan perbuatan bejat suaminya itu ke  Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease.  (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon