Pendidikan ›› Guru PAK di Malteng Belum dapat Perhatian Serius

Guru PAK di Malteng Belum dapat Perhatian Serius


Masohi - Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya guru  agama belum mendapatkan per­ha­tian serius dari pemerintah, dari pada guru umum.

Guru agama terkesan kurang menda­patkan kesempatan untuk  meningkatkan kompetensi diri mereka. Sekalipun ada jatah, itu juga juga terbatas, Padahal berbagai regu­lasi saat ini menuntut adanya perbaikan kualitas SDM guru teru­tama yang berkaitan dengan kompe­tensi diri.

Menurut Ketua Persekutuan Guru PAK Kabupaten Malteng, Hanock Teterisa kepada Siwalima di Maso­hi, Rabu (23/8) mengungkapkan, guna meningkatkan kompetensi guru tersebut, bekerja sama dengan Seksi Bimas Kristen Kementerian Agama Masohi, mengagas Pendi­dikan dan Latihan (Diklat) Kuri­kulum 13 bagi guru PAK penerima sertifikasi.

Teterisa mengungkapkan, gaga­san meningkatkan kompetensi guru PAK yang kemudian diiniasi dengan dilakukannya Diklat K13, lahir setelah proses monitoring dilakukan oleh tim monitoring.

“Tantangan regulasi dimana tahun ini, telah dimulainya pemberlakuan kuriku­lum nasional atau yang dinamakan K13 itu, menjadi masalah kompleks bagi guru PAK untuk harus meningatkan kualitas dengan memper­baiki kompentensi mereka,” ujarnya.

Masalah kemudian timbul, setelah proses monitoring yang dilakukan, sehingga oleh semua guru PAK penerima sertifikasi, langkah mengi­nisiasi Diklat k13 pun digagas dan di lakukan.

“Kami bersyukur sebab  langkah ini sudah boleh berjalan dengan baik pada 20 sampai dengan 28 juli lalu” Tandasnya.

Dia menjelaskan, langkah mela­kukan Diklat K13 bagi guru PAK sesungguhnya, dapat dilakukan oleh Balai Diklat Kemen­terian Agama Maluku di Ambon, akan tetapi peserta yang mengukiti Diklat itu terbatas.

Untuk Malteng, ujarnya, setiap tahunnya hanya diberikan kesem­patan bagi 8 orang guru. Hal ini tentu saja berdampak buruk bagi semua guru PAK penerima sertifikasi untuk melakukan penyesuaian. Sebab, jika dibagi dengan jumlah guru PAK penerima sertifikasi di Malteng yang jumlahnya mencapai 286 guru. Maka akan dibutuhkan waktu cukup lama, kurang lebih 35 tahun agar seluruh guru PAK dapat memiliki SIM K13 melalui Diklat itu.

“Tantangan lainnya adalah adanya batasan kuota peserta. Dimana hampir setiap tahunnya peserta yang ikut dari Malteng hanya 8 orang. Sementara jumlah guru PAK penerima sertifikasi di Malteng berjumlah 286 orang. Kondisi ini menun­jukan bahwa, jika setiap tahunnya hanya 8 orang yang mengikuti Diklat pening­katan kapasitas atau kompetensi itu, maka waktu yang dibutuhkan lebih dari 30 tahun untuk dapat menye­lesaikan tuntutan perbaikan Konpe­tensi guru PAK penerima sertifikasi di Kabupaten Malteng,” tuturnya.

Kegiatan Diklat K13 ini adalah kebutuhan yang harus di penuhi guru, terutama dalam memenuhi tuntutan regulasi yang telah diberla­kukan tahun ini. sehingga untuk kepentingan itu, maka semua guru PAK meresponsnya dengan ber­kon­­tribusi untuk dapat memperbaiki kualitas sumber daya manusia sesu­ai regulasi yang menjadi kebutuhan itu. (S-36)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon