Budaya ›› Gubernur Minta Festival Abda'u Tulehu Dibikin Lebih Meriah

Gubernur Minta Festival Abda'u Tulehu Dibikin Lebih Meriah


Ambon - Event budaya Abda’u yang digelar di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah haruslah dibuat lebih meriah lagi agar dapat menarik para wisatawan untuk menyaksikannya.

“Saya minta dari Raja Tulehu agar acara Abda’u tahun depan, dibikin lebih meriah lagi. Seluruh peserta akan kita buatkan kostum seragam yang lebih bagus,” usul Gubernur Maluku Said Assagaff, saat membuka Festival Abdau 2017, di Desa Tulehu, Jumat (1/9).

Menurutnya, apa yang disampaikan ini merupakan janjinya sebagai gubernur dan itu tetap akan ditepati. Bahkan Kadis Pariwisata, Habiba Saimima telah diminta untuk tahun berikutnya membuat kostum bagi para peserta.

Agar masyarakat bisa sejahtera adalah seluruh lapisan masyarakat Negeri Tulehu, maupun negeri-negeri lainnya di daerah ini, menjaga stabilitas keamanan di negeri masing-masing.

“Potensi negeri ini besar. Orang akan datang kemari tanam investasi, tapi kalau negeri kita masih ribut, maka uang yang akan mereka bawa, tidak jadi mereka investasikan disini,” ujarnya.

Untuk diketahui Abda’u sebagai daya tarik utama pada festival ini, merupakan tradisi adat puncak dari serangkaian parade budaya yang dilakukan masyarakat Negeri Tulehu bersama warga dari beberapa desa lainnya.

Tradisi yang dilaksanakan usai sholat Idul Adha, di Negeri Tulehu sudah berlangsung selama ratusan tahun lalu, yakni  setelah terbentuknya pemerintahan otonom yang bersyariat Islam sekitar 1600 Masehi.

Tradisi ritual Abda’u pada festival ini, diikuti oleh ratusan bahkan ribuan pemuda negeri yang berkaos oblong atau pun singlet.

Pada tradisi ini, Imam Masjid Tulehu menyerahkan bendera hijau berenda benang kuning emas yang diikatkan ke tongkat sepanjang dua meter, berlafalkan kalimat Lailaha Ilallah Muhammadarrasulullah, yang berarti “Kami bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”.

Bendera inilah yang akan diperebutkan oleh ratusan bahkan ribuan pemuda secara bersamaan dengan sekuat tenaga, sepanjang bendera itu melewati ruas-ruas jalan dalam Negeri Tulehu. Mereka berdesak-desakan, ada yang melompat dari atas pagar atau atap rumah supaya bisa berada di atas kerumunan dan berjalan di atas tubuh-tubuh yang sedang berebut bendera. Rebutan bendera ini dilakukan sambil mengeliling negeri hingga berakhir di Masjid Raya Negeri Tulehu. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon