Kesra ›› Gubernur: Ketahanan Moral Masyarakat Telah Mengakar

Gubernur: Ketahanan Moral Masyarakat Telah Mengakar


Ambon - Gubernur Maluku, KA Ralahalu mengaku, saat ini ketahanan moral masyarakat dan tingkat kesadaran untuk hidup damai telah mengakar dan membudaya dalam kehidupan bersama anak-anak negeri Maluku.

“Sesungguhnya apa yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan peristiwa kecelakaan lalu lintas dari masyarakat pengguna jalan raya namun ternyata peristiwa tersebut kemudian diprovokasi sedemikian rupa oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga meluas dan sempat menyebabkan bentrokan antar kelompok masyarakat, tetapi kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa bahwa ketahanan moral masyarakat telah mengakar,” ungkap Ralahalu dalam sambutannya saat makan malam dengan Duta Besar (Dubes) Vatikan untuk Indonesia, Mgr Antonio Guido Filipazzi MSC di Gubernuran Mangga Dua, Sabtu (15/10).

Dengan peristiwa yang telah terjadi, kata Ralahalu, telah membuat masyarakat Maluku akan terus hidup dalam suasana kedamaian, ketentraman untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Kami harapkan setelah menyaksikan sendiri kondisi Maluku selama kunjungan kurang lebih lima hari, bapak Dubes akan dapat menginformasikan lebih lanjut kepada pihak-pihak lain tentang keberadaan kami di Maluku,” katanya.

Dijelaskan, sebagai sesama umat manusia tentunya kedamaian dan kerukunan senantiasa didambakan.

“Kami semua sadar bahwa hanya dengan hidup damai maka kami akan dapat memberi arti dalam kehidupan ini, karena hanya dengan perdamaian, masyarakat kami dapat bekerja mencari nafkah hidup, anak-anak dapat bersekolah, pemilik usaha dapat menggerakan perusahaannya, investor menyetujui penanaman modal dan tentu saja upaya membuka lapangan pekerjaan segera terealisir,” jelasnya.

Ditambahkan, atas nama pemerintah dan masyarakat Maluku mengharapkan selama kunjungan di Maluku ini kiranya Mgr Antonio Guido Filipazzi MSC berkenan memberikan arahan, pandangan sekaligus siraman rohani sebagai penguatan iman dan kesadaran emosional yang baik kepada komponen-komponen umat beragama di Maluku maupun secara khusus kepada umat Katolik Maluku.

“Pandangan yang didasari oleh pengalaman hidup selama menjalani tugas-tugas dari pemerintah Vatikan atau bahkan secara pribadi dari Paus Benediktus XVI selaku Pimpinan Umat Katolik se-dunia dapat menjadi bahan renungan untuk menapaki hari-hari hidup bersama ke depan,” ungkapnya.   (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon