Olahraga ›› Gubernur Ingin Maluku Masuk 10 Besar PON 2020

Gubernur Ingin Maluku Masuk 10 Besar PON 2020


Ambon - Gubernur Said Assagaff mengharapkan agar Pro­vinsi Maluku bisa menem­pati peringkat 10 besar perolehan medali pada PON XX/2020 di Papua.

Sebelumnya di PON XIX/2016-Jawa Barat, Maluku hanya berada di peringkat 20 dari 34 provinsi peserta dengan meraih 7 emas, 3 perak dan 9 perunggu.

Ia menilai selama ini KONI Maluku sudah bekerja keras, apalagi peluang untuk Ma­luku kedepan semakin besar menyusul Papua sebagai tuan rumah PON XX Tahun 2020.

“Saya baru saja ketemu dengan pengurus KONI. Saya minta agar lebih bekerja keras lagi. Peluang kita besar sekali dengan adanya pelaksanaan PON XX-2020 di Papua,” kata Gubernur kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/12).

Gubernur  mengaku pemprov ingin untuk memajukan olahraga di Maluku, sehingga pelaksanaan PON di Papua merupakan ruang meraih prestasi. Apalagi Papua adalah tetangga Maluku.

“Kita dekat sekali. Saya minta kita siapkan atlet untuk seluruh cabang olahraga karena kita dekat dengan Papua. Transportasi kesana jauh lebih murah jika dibandingkan pelaksanaan PON di Su­matera dan Kalimantan,” ungkapnya.

Gubernur juga menegaskan, pemprov akan segera menyiapkan anggaran guna mempersiapkan atlet mengikuti PON Papua. Setidaknya ditahun 2019 sudah bisa dianggarkan.

“Mari kita ambil peluang di PON Papua. Kita sebagai provinsi yang berdekatan harus bisa masuk 10 besar. Semua cabang olahraga harus kita ikut,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Maluku Tonny Pariela mengatakan, untuk memenuhi permintaan tersebut, KONI Maluku akan menyiapkan sejumlah cabang olahraga andalan.

“Kita akan mengandalkan cabang olahraga seperti dayung, tinju, atletik, karate dan beberapa cabang olahraga bela diri lain. Tentu untuk memenuhi harapan itu maka sudah harus konsolidasi sejak dini. Kita harus memusatkan perhatian de­ngan lebih terstruktur dan sistematik,” katanya.

Selain itu, ungkapknya, untuk melakukan lang­kah awal konsolidasi mem­butuhkan investasi anggaran yang cukup besar.

“Kita pernah melakukan itu dan memang membutuhkan investasi yang cukup besar. Apalagi jika pemprov tidak keberatan untuk membantu, tentu KONI bisa melaksanakannya,” ungkap Guru Besar Sosiologi Unpatti ini.

Disisi lain, Pariela mengaku beberapa provinsi yang sementara berebutan menjadi tuan rumah PON XXI/2024 telah melobi KONI Maluku untuk memberikan rekomendasi dukungan. “Ada beberapa provinsi yang melobi KONI Ma­luku untuk memberikan rekomendasi dukungan, namun kita belum memutuskannya,” ungkapnya. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon