Politik ›› Golkar Masih Ragu Putuskan Rekomendasi MTB

Golkar Masih Ragu Putuskan Rekomendasi MTB


Ambon - DPP Golkar belum juga memutuskan rekomendasi dukungan kepada balon bupati dan wakil bupati kabupaten MTB. Padahal untuk empat kabupaten/kota lainnya yang akan melaksanakan pilkada ditahun 2017, Golkar telah memutuskan rekomendasinya.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar, Ahmad Hidayat Mus kepada wartawan usai acara pembukaan Musda Golkar di Ambon, Senin (29/8) menjelaskan rekomendasi untuk kabupaten MTB hasil surveinya belum keluar.

“Survei sementara berjalan dan kemungkinan hari Rabu pekan depan baru akan diputuskan,” ujarnya

Dikatakan, partai Golkar memiliki beberapa syarat untuk memutuskan rekomendasi dukungan kepada calon kepala daerah-wakil kepala daeah.

Yang pertama, menurutnya partai mengutamakan kader dalam memberikan rekomendasi dukungan. Kemudian, syarat berikutnya kader tersebut harus memenuhi standar yang ditentukan oleh partai yakni memiliki tingkat kesukaan masyarakat yang tinggi.

“Jadi misalnya ada kandidat lain yang memenuhi standar survei tersebut maka Golkar bisa mempertimbangkan pemberian rekomendasi kepada non kader,” ungkap

Ia menegaskan rekomendasi yang diberikan Golkar bebas dari mahar politik jadi murni berdasarkan kualitas dan komtimen yang diberikan kandidat kepada partai. 

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Maluku masa bhakti 2010-2016, Zeth Sahuburua saat menyampaikan laporan pertanggungjawabannya dalam Musda meminta DPP dalam memberikan rekomendasi kepada kader Golkar di kabupaten MTB.

“Kami berharap di MTB, DPP dapat memberikan rekomendasi kepada kader terbaik Golkar,” tegasnya

Sejauh ini, Golkar memang telah memutuskan rekomendasi dukungan di empat kabupaten/kota. Selain kota Ambon dan kabupaten Buru, Golkar lebih memilih memberi rekomendasi kepada ‘orang luar’ ketimbang kader-kadernya yang juga berproses untuk mendapatkan rekomendasi dukungan

Di Kabupaten SBB, Golkar memberikan rekomendasi untuk pasangan balon Bupati-Wakil Bupati, Sanadjihitu Tuhuteru-Petrus Izaac Suripatty. Bahkan sang ketua umum, Setya Novanto langsung menggunakan hak deskresinya dalam memutuskan rekomendasi di SBB. Petahana Wakil Bupati SBB, La Husni yang adalah kader dan ikut berproses sama sekali tak diperhitungkan.

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Malteng. Tiga kader Golkar, Aziz Mahulate, Hamzah Sangadji serta Moda Latupono harus mengalah kepada petahana pasangan bupati-wakil bupati Abua Tuasikal-Marlatu Leleury.

Keputusan untuk kabupaten MTB, ditakutkan bernasib sama dengan keputusan Golkar di kabupaten SBB dan Malteng. Golkar terancam meninggalkan kader terbaik mereka Dharma Oratmangun di MTB dan lebih memilih sekda MTB, Matias Malaka yang berpasangan dengan kader PDIP, Simson Lobloby.

Sumber terpercaya Siwalima mengatakan masih terjadi tarik ulur soal keputusan rekomendasi Golkar di MTB.

Sumber tersebut mengatakan DPD Golkar Maluku dan DPD Golkar Kabupaten MTB lebih condong kepada Matias yang dinilai memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan dengan Dharma. Sementara Ketua Umum Golkar, Setya Novanto lebih memilih Dharma karena dinilai memiliki kualitas terukur dan merupakan kader potensial Golkar.

Dharma yang dikonfirmasi Siwalima menyatakan dirinya tetap optimis akan diberi rekomendasi oleh partai yang akan men.

“Sebagai kader Golkar yang memiliki ideoleogi nasional saya yakin Golkar akan memutuskan dengan seadil-adilnya sesuai dengan aturan. Saya sudah bertemu dengan pak Setya, dan beliau juga sudah menegaskan bahwa rekomendasi akan diputuskan sesuai dengan aturan yakni memprioritaskan kader namun memenuhi kriteria elektabilitas tinggi,” tandasnya. (S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon