Hukum ›› Golkar: DKPP Jangan Diamkan Rekomendasi Pecat Manery-Breemer

Golkar: DKPP Jangan Diamkan Rekomendasi Pecat Manery-Breemer


Ambon - Sudah dua pekan lamanya Bawaslu Pusat mere­ko­-mendasikan pemecatan Ketua Bawaslu Maluku Dumas Manery dan Sekretaris Lodewijk Breemer. Walau begitu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) belum menindaklanjutinya.

Hingga saat ini belum ada keputusan tetap san­ksi tersebut, padahal keduanya sudah ter­bukti kedapatan bermain judi di kantor Bawaslu Maluku. Hal itu pun sudah diperkuat dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu Pusat.

Menyikapi kondisi ini, Ketua Bidang Orga­nisasi DPD Partai Golkar Maluku, Husein Toisuta mendesak DKPP untuk tidak mendiamkan rekomendasi Bawaslu Pusat.

“Golkar tentu saja mendukung apapun kepu­tusan DKPP terhadap Manery dan Breemer apalagi rekemendasi pemecatan itu sudah dilimpihkan Bawaslu Pusat ke DKPP yang memiliki kewenangan untuk pecat mereka. Kami mengharapkan proses pemecatan itu bisa sece­patnya mengingat tahapan Pilpres sementara berlangsung dan hanya tinggal beberapa minggu lagi digelar Pilpres,” jelas Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Maluku, Husein Toisuta kepada Siwalima melalui telepon selularnya, Senin (23/6).

Menurut anggota DPRD Kota Ambon ini, agar pengawasan Pilpres semakin baik maka DKPP haruslah mempercepat proses pemecatan terse­but sehingga posisi Manery bisa diganti oleh pimpinan lainnya, dan tidak turut menganggu pengawasan Pilpres 9 Juli mendatang.

Pasalnya, dengan belum dipecat secara resmi kedudukan Manery sebagai Ketua Bawaslu dan Lodewijk Breemer sebagai Sekretaris Bawaslu Maluku maka tentu saja akan turut menganggu tugas-tugas pengawa­san di lapangan, apalagi keduanya juga semakin jarang hadir di kantor.

“Kehadiran yang sangat minim di kantor, akan memberikan dampak negatif bagi proses kelanjutan peng­awasan Pilpres yang saat ini sudah masuk dalam tahapan kampanye,” ungkapnya.

Dikatakan, pengawasan Pileg 9 April lalu diwarnai  dengan  kecu­rangan, bahkan tidak sinkronnya Bawaslu Maluku dengan Panwaslu pada tingkat kabupaten/kota, sehi­ngga untuk mendapatkan peng­awa­san yang maksimal dan tertanggung jawab, maka Ketua Bawaslu Maluku ber­sama dengan sekretarisnya sudah harus diganti, karena sudah tidak layak menduduki posisi tersebut.

“Tindakan moralitas dari Ketua Bawaslu dan sekretarisnya menjadi catatan kritis penting bagi pimpinan bawaslu lainnya dan jajaran Pan­waslu kabupaten/kota se-Maluku untuk lebih lagi memaksimalkan tugas-tugas pengawasan di lapa­ngan, dan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Apalagi ba­nyak­­nya pelanggaran pemilu legis­latif yang terjadi kemarin itu juga disebabkan karena kurang profe­sionalnya pengawasan yang dilaku­kan,” katanya

Toisuta menjelaskan, tindakan Ketua dan Sekretaris Bawaslu Maluku telah mencoreng lembaga itu sendiri, dan menimbulkan ketidak­percayaan publik. “Kita lihat contoh saat pleno rekapitulasi penghitungan suara di KPU Maluku, Bawaslu Maluku kok bisa beda pendapat dengan Pan­waslu. Kita lihat sendiri secara lang­sung Panwaslu sudah sampai­kan data riil di lapangan, tetapi Bawaslu hanya berdasarkan masukan individu lang­sung proses. Padahal ini partai yang ajukan calon bukan individu, sehingga mestinya ke partai,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, reko­mendasi pemecatan tersebut telah diputuskan Bawaslu Pusat sejak dua pekan lalu dan telah diumumkan Ketua Bawaslu Pusat, Muhammad kepada publik. Walaupun saat di­umumkan Ketua Bawaslu Pusat tidak menjelaskan secara detail identitas Ketua Bawaslu Provinsi yang dipecat namun ia hanya memberikan petunjuk yang dipecat itu Ketua Bawaslu Provinsi di Kawasan Timur Indonesia.

Akhirnya beberapa hari kemudian anggota Bawaslu Pusat Endang Widha­tiningtyas mengungkapkan detail identitas Ketua Bawaslu Pro­vinsi yang dipecat tersebut. Yang dipecat itu adalah Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Dumas Manery. Tak hanya Manery, namun Bawaslu Pusat merekomendasikan peme­catan Sekre­taris Bawaslu Maluku Lodewijk Breemer. Keduanya dipecat karena kedapatan bermain judi di kantornya. (S-19)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon