Daerah ›› Gandeng Sejumlah LSM, Pemkot Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah

Gandeng Sejumlah LSM, Pemkot Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah


Ambon - Keadaan bantaran sungai Batu Gajah yang semakin kotor mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan sejumlah Non Goverment Organization (NGO) internasional maupun lokal, seperti UNICEF, Mercy Corps, dan yayasan Morkele menggelar Sosialisasi Program Pengelolaan Sampah dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Bantaran Sungai Batu Gajah.

Kegiatan tersebut digelar di ruang rapat lantai II Balai kota Ambon, Rabu (13/1) dengan melibatkan sejumlah Kepala Desa (Kades), Lurah, maupun ketua RT/RW se-kecamatan Sirimau dan Nusaniwe, yang wilayahnya dilalui aliran sungai tersebut. Tujuan akhir dari kegiatan ini yakni, merumuskan rencana konkrit guna mengurangi jumlah sampah di sepanjang Sungai Batu Gajah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan sungai.

Sekertaris Kota Ambon (Sekkot) H J Huliselan dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, masalah lingkungan menjadi masalah yang perlu ditangani secara serius oleh Pemkot, lantaran hal ini telah tercermin dalam tema HUT kota Ambon ke-434 "Bersih dan Hijaulah Ambonku".

Sayangnya, meski upaya pelestarian lingkungan sudah dilakukan oleh Pemkot dibantu oleh sekian banyak NGO sejak 2001 lalu, namun saat ini kondisi teluk Ambon masih saja dipenuh dengan sampah.

"Banyak sampah yang berupa sisa perabotan rumah tangga, berasal dari pemukiman yang ada di darat. Masyarakat terbiasa membuang sampah ke sungai-sungai, lalu terbawa sampai ke laut, apalagi pada waktu sungai meluap di musim hujan, saya minta kelak kebiasaan ini harus dihilangkan,supaya teluk Ambon menjadi bersih kembali," pintanya.

Dia menjelaskan, Sungai Batu Gajah dipilih sebagai pilot project dalam program ini, karena daerah alirannya yang mencakup dua kecamatan yaitu, Kecamatan Sirimau dan Nusaniwe, juga lima kelurahan lainya yakni, Batu Gajah, Urimessing, Honipopu, Ahusen dan Silale, serta 19 RT di wilayah itu. Jika berhasil, program ini akan dilakukan juga pada sungai-sungai lainnya di kota Ambon.

Terkait dengan pelaksanaan program ini, Mercy Corps dan Yayasan Morkele akan bekerja selama 8 -11 bulan bersama-sama masyarakat, melalui metode training dan pendampingan.

Selanjutnya program itu akan di lanjutkan oleh masyarakat sendiri di daerah mereka masing-masing.

"Yang terpenting dalam program ini masyarakat dapat berperan aktif, sebab tanpa kesadaran dari masyarakat, kegiatan apapun tidak akan efektif," kata sekkot.

Dalam kesempatan yang sama, Field manager Water environtmental sanitation (WES) pewakilan UNICEF Ambon, Yusran Laitupa menegaskan, pentingnya konsistensi dalam implementasi rencana program.

Sinergi yang terjalin antara lembaga dan masyarakat, melalaui pemahaman program dapat meminimalisir budaya saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab terkait persoalan kotornya sungai Batu Gajah. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon