Pendidikan ›› Gandeng RINA, Fatek Unpatti Gelar ICSOT

Gandeng RINA, Fatek Unpatti Gelar ICSOT


Ambon - Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Fatek Unpatti) bekerjasama dengan Royal Institution Of Naval Architects London, Inggris,  menggelar International Conference on Ship and Offshore Techonology (ICSOT), Rbau (7/11).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat Unpatti Ambon, dibawah tema ’Developments in Ship Design and Contruction.

Konferensi  internasional yang bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang teknik perkapalan melalui konsep-konsep perkapalan yang ditawarkan melalui 20 paper yang dipresentasikan berdasarkan hasil riset dari sejumlah kalangan akademisi maupun ahli teknik perkapalan dari dan dalam luar negeri.

Ketua Asosiasi Industri Perkapalan Dunia Richard Brimingham, menjelaskan, kelemahan yang dimiliki untuk membuat suatu disain atau rancangan perkapalan terdiri dari faktor internal dan eksternal.

“Kendala yang dihadapi tersebut didasari oleh biaya yang cukup besar untuk membuat produk kapal tersebut, dan juga peran pemerintah yang tidak mendukung, dimana ada kepentingan politik tertentu hal ini juga menjadi kendala, sehingga masyarakat sendiri harus meyakinkan pemerintah.” tandasnya.

Dosen Universitas Newcastle Upon Tyne Inggris ini juga mengatakan Indonesia sendiri harus dapat menyesuaikan diri dengan teknologi yang dimiliki oleh dunia internasional. Guna mewujudkan suatu pengembangan infarstruktur laut yang berkualitas, maka harus memiliki SDM yang handal.

“Kunci dari pengembangan itu adalah inovasi dan kunci dari inovasi adalah sumber daya yang baik, sehingga Indonesia harus menyesuaikan diri untuk berkembang sesuai dengan perkembangan negara-negara lainnya agar dapat setara di masa yang akan datang,”katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unpatti J. Nanlohy mengaku Unpatti, khususnya Fatek menjadi tuan rumah saat dirinya mengikuti ICSOT di ITS Surabaya 2010, pekan lalu, dengan mempresentasikan paper, maka Unpatti ditawarkan menjadi tuan rumah.

“Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri yang mana di Indonesia khususnya di Ambon hanya Unpati, yang memiliki silk way, maka ditetapkan Unpati jadi tuan rumah,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap dengan adanya konferensi berskala internasional tersebut dapat membuahkan hasil yang positif bagi kemajuan pendidikan khususnya pada akademik teknik perkapalan.

“Dengan adanya Konferensi ini, maka diharapakan dapat memberikan kontribusi bagi pengemabangan ilmu pengetahuan dalam bidang teknik perkapalan,” harapnya.(S-36)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon