Olahraga ›› Etape 2 Milik Pembalap Malaysia Tour de Moluccas

Etape 2 Milik Pembalap Malaysia


Bula - Pembalap Malaysia Akmal Hakim Zakaria yang memper­kuat Team Sapura Cycling tampil sebagai juara etape 2 Tour de Mo­luccas yang ber­langsung, Selasa (19/9).

Wartawan Siwalima, Nancy Bubun melapor­kan, keberhasilan Akmal Hakim Zakaria menjuarai etape ini juga diikuti re­kannya satu timnya, Mu­hammad Izzat Hilmi Ab­dul Halil yang berhasil meraih juara kedua se­dangkan juara ketiga diraih Muham­mad Imam Arifin (Indonesia/KFC Cycling Team). Tampil sebagai juara membuat Akmal berhak atas hadiah uang Rp 25 juta, sementara Muhammad Izzat Rp 12 juta dan Muhammad Imam Arifin Rp 5 juta. Selain gelar juara pertama Akmal juga memboyong gelar sprinter terbaik. Ia pun berhak menggunakan green jersey atau kaos hijau saat etape 3 nantinya.

Khusus untuk kategori pembalap Indonesia dijuarai Muhammad Imam Arifin (KFC Cycling Team), disusul juara kedua Aiman Chayadi (Team Sapura Cycling Malaysia) dan juara ketiga Abdul Gani (KFC Cycling Team).

Sedangkan kategori tim, juara pertama diraih Team Sapura Cycling Malaysia, disusul juara kedua KFC Cycling Team Indonesia dan juara ketiga LX Cycling Team Korea Selatan.

Penyerahan hadiah kepada para juara dila­kukan oleh Gubernur Maluku Said Assagaff didampingi Bupati SBT Mukti Keliobas, Wakil Bupati Fachri H Alkatiri yang dipusatkan di pendopo Bupati SBT, Selasa (19/9) malam.

Kendati etape 2 dijuarai Pembalap Malaysia Akmal Hakim Zakaria, namun peringkat umum perorangan tetap ditempati Marcus Culey dari tim St George Continental Cycling Team Australia. Keberhasilan itu membuat hingga etape 3 nantinya, Marcus Culey masih tetap meng­gunakan yellow jersey (juara per­orangan etape), peringkat kedua umum juga masih ditempati Jai Crawford (Australia/Kinan Cycling Team Jepang) disusul peringkat ketiga Jesse Ewart (Australia/7-eleven Roadbike Filipina). Di etape 2, Marcus hanya menempati peringkat 21 dari 58 pembalap, se­mentara Jay Crawford di peringkat 15 dan Jesse Ewart peringkat 22.

Sementara itu, Kinan Cycling Team Jepang masih bertahan di urutan pertama peringkat umum kategori tim, disusul peringkat kedua St George Continental Cycling Team Australi dan peringkat ketiga 7-eleven Road Bike Filipina.

Perpendek Jarak

Semula 58 pembalap dari 12 tim yang mengikuti etape 2 akan dilepas dari titik start yang berlokasi di Wahai, Kabupaten Malteng menuju finish di Bula, Kabupaten SBT.

Namun ternyata akibat masalah mobil yang mengangkut 3 tim balap mengalami kerusakan di tengah perjalanan dari Masohi menuju Wahai, membuat para pembalap tersebut terlambat tiba di Wahai.

Kendala ini menyebabkan para pembalap tertahan selama lebih dari 5 jam di lokasi Jalan Port, Wahai, sehingga waktu start mundur. Para pembalap dan para wasit akhirnya mengambil keputusan terbaik bersama untuk memperpendek jarak rute lomba balap Etape 2 ini, dengan pertimbangan demi keselamatan para atlet mengingat waktu start sudah jelang sore hari. Rute TdM semula berjarak 155,8 km menuju Pendopo Bupati SBT di Jalan Protokol, Bula, diubah menjadi 70,3 km dan berakhir pukul 17.10 WIT di feeding zone di Desa Waiputi, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Malteng.

Rute Etape 2 dimulai dari Jalan Port Wahai – Jalan Yunus Makatita – Air Besar – Ta­man Nasional Manusela – Pasahari – Kobi – Samal – dan berakhir di Jalan Wai­puti, Seram Utara.  Tak hanya itu, zona tan­jakan yang semula berlokasi di Desa Hote (138,1 km dari titik start juga dibatalkan). Etape 2 akhirnya menjadi etape terpendek diantara 5 etape TdM 2017.

Lokasi yang ditempuh jauh dari pantai dengan daerah-daerah yang serba kehijauan di Taman Hutan Lindung Nasional Manusela II dimana masih terdengar jelas kicauan bu­rung-burung dengan udara yang amat sejuk, hutan ini masih dihuni berbagai spesies langka.

Meriah

Pantauan Siwalima, kesiapan warga maupun Pemkab SBTmerupakan acara penyambutan paling meriah dan megah di event TdM ini. Bupati SBT Mukti Keliobas bahkan mempersiapkan sebuah panggung spektakuler.

Mukti merasa bangga Kabupaten SBT mendapatkan kesempatan untuk menjadi tempat yang menyambut para pembalap TdM yang berkelas internasional. “Saya berharap ajang TdM berikutnya akan kembali digelar di Bula sehingga daerah ini bisa semakin dikenal,” ujar Mukti saat menyambut para pembalap.

Masyarakat sangat antusias menyam­but TdM, dan sejak siang mereka sudah tumpah ruah di jalan. Sebagian masya­rakat bahkan bertahan sampai malam, walaupun akhirnya kecewa gagal menyak­sikan konvoi para pembalap, karena lokasi mereka berada jauh dari Waiputi. Bahkan di Kampung Bali, sejumlah penari dan pemusik adat sudah bersiap-siap menari dengan pakaian adat mereka.

Dijadwalkan etape 3 akan digelar Rabu (20/9). Para pembalap akan dilepas pada pukul 10.00 WIT dari kawasan wisata Pantai Gumumae-Bula menuju finish di Bandara Wahai sejauh 153,8 km. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon