Politik ›› Ely: Laporan Tim BAILEO Tetap Diusut Pejabat Pemprov Bersama SA

Ely: Laporan Tim BAILEO Tetap Diusut


Ambon - Laporan tim advokasi pa­sangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Mu­rad Ismail-Barnabas Orno terkait keberadaan sejumlah pejabat Pemprov Maluku dengan cagub Said Assagaff di Rumah Kopi Lela pada Kamis, (29/4) lalu tetap diusut.

Ada beberapa ketera­ngan yang dimintakan oleh bawaslu yang harus dipe­nuhi oleh tim advokasi BAILEO.

“Sudah kita menyampai­kan dan ada sementara proses namun ada beberapa yang harus dipenuhi oleh mereka dulu. Sudah kami sampaikan,” tandas Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely saat dikonfirmasi Siwalima, Senin (16/4).

Soal penilaian bahwa bawaslu lambat menindaklanjuti laporan tersebut, Ely menepisnya.

“Kalau udah kita sampaikan tinggal mereka penuhi saja. Selanjutnya langsung diproses lanjut. Itu kan standar dan ada harus terpenuhi ada  syarat materil, formil harus dipenuhi, karena kalau tidak terpenuhi sama saja. Berarti bisa dihentikan karena ketidakpenuhan syarat formil dan meterialnya,” ujar Ely.

Laporan

Seperti diketahui, tim advokasi pasangan BAILEO, Rabu (4/4) melaporkan keterlibatan pejabat pemprov bersama Said Assagaff berikut pengurus partai pengusung yang bersangkutan di Rumah Kopi Lela, Kamis (29/4).

 ”Jadi kami sudah memasukan laporan secara resmi ke Bawaslu Maluku tadi siang sekitar pukul 14.30 WIT,” kata Ketua tim advokasi pasangan BAILEO, Samson Atapary, saat dikonfirmasi Siwalima

Menurut Atapary, proses pilkada Maluku harus berjalan bermartabat dan dapat menjadi contoh yang baik. ASN dilarang terlibat dalam politik praktis sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang pilkada.

“Bagaimana pilkada mau ber­jalan dengan baik, kalau ada keterlibatan ASN didalamnya. Ini bukan contoh demokrasi yang baik. Karena itu laporan kami ini untuk memberikan pembelajaran kepa­da ASN yang lain untuk tidak ikut-ikutan terlibat dalam politik praktis,” ujar Atapary.

Laporan tak hanya ke Bawaslu Maluku, tetapi juga disampaikan ke Mendagri, KASN, MenpanRB, Bawaslu Pusat dan Ombudsman RI. “Besok (kemarin Red) tim kami berangkat ke Jakarta untuk me­masukan laporan kepada lima instansi tersebut,” tandas Samson.

Keberadaan para pejabat Pem­prov Maluku bersama Said Assagaff dengan pengurus partai pendu­kung di Rumah Kopi Lela itu, kemu­dian berujung tindakan intimidasi dan penganiayaan terhadap Sam Usman Hatuina, wartawan Rakyat Maluku dan Abdul Karim Angko­tasan, Ketua  AJI Ambon, ketika mereka hendak mengambil foto para pejabat pemprov tersebut.

Kasus intimidasi dan penga­niayaan itu, kini sementara ber­proses di Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Maluku.  (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon