Hukum ›› Ekspos Korupsi Proyek PLTS Masih Menunggu Direskrimsus

Ekspos Korupsi Proyek PLTS Masih Menunggu Direskrimsus


Ambon - Kasus dugaan korupsi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dinas Pertambangan Kabupaten Kepulauan Aru ta­hun 2013 segera diekspos, sete­lah Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Budi Wibowo bertugas.

Sejak jabatan Direskrimsus telah diserahterimakan pada Jumat, 10 April 2015 lalu, hingga kini Budi Wibowo belum ber­kantor.

“Untuk kasus korupsi proyek PLTS itu kan sudah ada audit investigasinya. Saat ini BPKP masih hitung kerugian negara. Tetapi kita sebagai penyidik masih menunggu direktur yang baru dulu baru kita sampaikan dan akan melakukan gelar per­kara kasus ini,” jelas Kabid Hu­mas Polda Maluku, AKBP Ha­san Mukaddar kepada Siwa­lima,  di ruang kerjanya, Senin (20/4).

Mukaddar menambahkan, penyidik masih berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar hasil penghitungan kerugian negara secepatnya dituntaskan.

Saat melakukan audit inves­ti­gasi, BPKP menemukan keru­gian negara sebesar Rp 1,9 milyar. Hasil audit investigasi ini telah dikantongi penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku sebagai salah satu bukti kuat dalam melakukan penyelidikan.

Proyek PLTS yang dibiayai APBD Kabupaten Kepulauan Aru senilai Rp 5 milyar ini, terbagi dalam empat paket pekerjaan yang ditangani oleh empat perusahaan.

Keempat rekanan itu  ada­lah CV Aru Jaya menanangi dua paket, CV Utama Karya Perkasa satu paket, CV Sarana Mandiri satu paket dan CV Aru Mandiri sebanyak satu paket. Diduga terjadi mark up besar-besar­an dalam proyek tersebut. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon