Kesra ›› Ekspor Maluku Meningkat

Ekspor Maluku Meningkat


Ambon - Eskpor Maluku pada periode bulan Maret mencapai  US$ 0,84 juta, atau mengalami peningkatan sekitar 51,09% dibanding ekspor di periode bulan Februari.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Dumangar Hutahuruk kepada wartawan di ruang rapat kantor tersebut, Kamis (2/5) menjelaskan, ekspor Maluku mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan Februari yakni US$0,55 juta yang juga berasal dari komoditi barang non migas.

“Ekspor Maluku dari Januari hingga Maret seluruhnya berasal dari kelompok ikan dan udang. Ikan dan udang yang diekspor adalah jenis ikan kerapu, ikan tuna sirip kuning, ikan tuna fresh tuna whelo dan kepiting senilai US$ 2,51 juta,” jelasnya.

Sedangkan ekspor Maluku di bulan Maret kata Dumangar, terdiri dari komoditi ikan dan udang yaitu jenis kerapu, fres tuna whelo, kepiting dan ikan tuna sirip kuning dengan nilai US$  0,84 juta. Perbandingan nilai ekspor Maluku Januari-Maret terhadap periode yang sama tahun 2018 menunjukan kenaikan 118,83%.

Untuk negara tujuan, ekspor, Maluku lebih banyak melakukan ekspor ke negara anggota ASEAN yakni Singapura dan Malaysia serta beberapa negara di kawasan Asia lainnya yaitu  Jepang dan Hongkong. Ekspor Maluku juga merambah ke Amerika Serikat dengan nilai US$ 0,22 juta.

“Jika dibandingkan dengan ekspor Februari terjadi penurunan ekspor ke wilayah negara anggota ASEAN 71,25% sedangkan Amerika serikat mengalami peningkatan sekitar 0,22%,” tuturnya.

Ditambahkan, selama periode Januari hingga Maret, Maluku melakukan ekspor ke negara anggota ASEAN yang tersebar yakni Vietnam senilai US$ 0,32 juta, sementara pada negara Asia lainnya yaitu Jepang dan Hongkong masing-masing senilai US$ 0,32 juta dan 0,41 juta.

Untuk pelabuhan bongkar muat ekspor Maluku, lebih banyak dilakukan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan Bandara Internasional Pattimura serta Pelabuhan Tual. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon