Hukum ›› Eks Sekot Kembali Dicecar Korupsi Lahan TPU Arbes

Eks Sekot Kembali Dicecar


Ambon - Mantan Sekretaris Kota Ambon HJ Huliselan, kembali dicecar tim penyidik Tipikor Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Senin (11/6).

Huliselan dicecar 18 pertanyaan dari pukul 15.00 hingga 19.00 WIT terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan seluas lima hektar di kawasan Air Besar Desa Batu Merah Keca­matan Sirimau Kota Ambon tahun 2008-2009 senilai Rp 2 milyar. 

Ia adalah ketua tim 9 yang mengurusi pembelian lahan air besar tersebut.

“Untuk hari ini kita melakukan pemeriksaan lagi terhadap man­tan sekot Ambon, ibu Huliselan. Karena saat itu ia menjabat se­bagai sekot dan merupakan ketua tim 9,” jelas Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Rifal Efendi Adikusuma kepada wartawan di ruang ker­janya, Senin (11/6).

Pertanyaan difokuskan pada peran dan tugas Huliselan seba­gai ketua tim 9. Selain Huliselan, sejumlah pihak lain juga yang akan diperiksa.

Banyak Pihak

Banyak pihak disinyalir terlibat dalam kasus dugaan korupsi pem­belian lahan seluas lima hektar di ka­wasan Air Besar, Desa Batu Merah. “Banyak yang harus bertang­gung­jawab dalam perkara ini se­hingga tim penyidik masih terus me­lakukan pengembangan,” kata Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso kepada Siwalima di Ambon Rabu (6/6).

Tim 9 dinilai paling bertanggung jawab dalam kasus senilai Rp 2 milyar ini. Tim tidak melaksanakan tugas dengan baik. Setelah lahan dibayar kepada Tan Kho Hang Hoat alias Fat, ironisnya hingga kini Pemkot Ambon tidak memiliki  sertifikat  hak milik atas lahan itu.

“Ada tahapan yang diabaikan, sehingga sudah kurang lebih 10 tahun, pemkot bayar ganti rugi kepada pemilik, tetapi tidak me­miliki sertifikat. Sertifikat seharus­nya pisah dari sertifikat induk, tetapi tidak dilakukan,” kata sumber di Polres Ambon.

Periksa

Sejumlah pihak sebelumnya sudah diperiksa oleh tim penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Mereka adalah, eks Kepala Dinas PU Kota Ambon, Brury Nanu­laitta. Ia diinterogasi dengan 29 pertanyaan, pada Jumat (25/5).

Nanulaitta yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Ka­wasan Permukiman Kota Ambon, mulai diperiksa pukul 10.00 hingga 19.00 WIT.

Sebelumnya mantan Kepala BPN Kota Ambon Alexius Anaktototy diperiksa penyidik, Selasa (22/5).  Anaktototy dicecar pukul 09.30 hi­ngga 14.30 WIT  dengan 22 perta­nyaan dalam kapasitasnya seba­gai sekretaris Tim 9.

Informasi yang diperoleh, Tim 9 yang mengurusi pembelian lahan  seluas lima hektar di kawasan air besar, untuk pembangunan rumah susun dan TPU itu, diketuai oleh HJ Huliselan yang saat itu men­jabat sekot, wakil ketua dijabat Asisten I  Ny Yos Lopulalan (almar­humah), dan sekretaris dijabat Kepala BPN Kota Ambon Alexsius Anaktototy.

Kepala Bappekot Syarief Tuasi­kal, Kepala Inspektorat AG Latu­heru, Raja Negeri Soya Ridho Re­hatta dan pemilik lahan Tan Kho Hang Hoat alias Fat juga masuk dalam tim 9.

Sebelumnya, HJ Huliselan sudah diperiksa oleh penyidik dan Fat selaku pemilik lahan  sudah diperiksa.

Selain itu, penyidik juga meme­riksa Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Ambon, Jacky Talahatu.

Eks Kepala Bappekot Syarif Tuasikal dan Raja Soya Ridolof Rehatta juga telah diperiksa, Rabu (30/5).

Belum Miliki

Seperti diberitakan, lahan seluas lima hektar di arbes, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon yang dibeli Pemkot Ambon senilai Rp 2 milyar lebih tahun 2008-2009, hingga saat ini belum dimanfaatkan.

Lahan yang telah dibeli sejak tahun 2008 itu, akan digunakan untuk pembangunan rumah susun dan TPU, tetapi tidak bisa dilaku­kan, karena pemkot belum meng­antongi sertifikat.

Informasi yang diperoleh, lahan seluas lima hektar itu, hingga kini masih tercatat milik Tan Kho Hang Hoat alias Fat dengan sertifikat hak milik nomor 55 dan 56 tahun 1997/2005. Aneh bin ajaib. Anggaran Rp 2 milyar lebih sudah digelontorkan oleh Pemkot Ambon, tetapi tidak memiliki sertifikat atas lahan yang dibeli itu. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon