Daerah ›› Dugaan Korupsi Proyek Budidaya Sapi Harus Diungkap Publik Tunggu Aksi Nyata Kejari Namlea

Dugaan Korupsi Proyek Budidaya Sapi Harus Diungkap


Namrole - Langkah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Namlea untuk mengusut dugaan kasus korupsi proyek pengembangan budidaya penggemukan sapi potong, milik Dinas Pertanian Provinsi Maluku senilai Rp. 787.500.000 yang bersumber dari APBD I Tahun 2012 lalu belum juga terlihat hingga saat ini.

Padahal, menurut Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku, Asmin Matdoan saat ini publik sedang menanti-nantikan action dari pihak Kejari Namlea sebagai langkah riil dalam mengusut kasus ini.

“Tentunya publik saat ini sedang menanti-nantikan action Kejari Namlea di lapangan guna mengung­kap tabir kasus dugaan korupsi proyek budidaya sapi di Bursel itu. kalau sudah ada niat baik dari pihak Kejari Namlea untuk mengusut kasus ini, ya itu merupakan langkah awal yang tentu kami apresiasi,” kata Matdoan kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (4/7).

Namun begitu, lanjut Matdoan, publik saat ini bukan hanya meng­harapkan janji pihak Kejari Namlea guna menujukkan aksi rill dalam mengusut kasus ini. Tetapi harus bisa dibuktikan dengan langkah hukum yang memang sudah seha­rusnya dilakukan oleh pihak Kejari Namlea.

“Aksi riil Kejari Namlea itu sangat dinanti-nantikan sehingga pihak-pihak yang bertanggung jawab dengan kasus ini dapat diungkap dan dijerat sesuai hukum yang ber­laku,” ungkapnya.

Sebab itu, lanjutnya, jika niat baik dari pihak Kejari Namlea untuk mengusut kasus ini hanya sebatas janji, maka itu sangatlah disayang­kan pihaknya.

“Kami berharap keinginan pihak Kejari Namlea untuk mengusut kasus ini bukan hanya sekedar janji kosong semata, tetapi dapat dibuk­tikan kepada masyarakat bahwa memang pihak Kejari Namlea tetap komitmen, baik terkait keinginan itu maupun tugas dan kewenangan mereka untuk memproses kasus-kasus seperti ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah didesak oleh berbagai pihak, akhirnya Kejaksaan Negeri Namlea mulai membidik kasus dugaan korupsi proyek pengembangan budidaya penggemukan sapi po­tong milik Dinas Pertanian Provinsi Maluku senilai Rp. 787.500.000 yang bersumber dari APBD I Tahun 2012.

Proyek yang disalurkan ke tiga desa di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) ini, diduga sarat korupsi sejak pe­nangganannya hingga penyalur­annya dilapangan.

“Kami akan segera menyelidiki ka­sus ini,” jelas Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum Kejari Namlea, Asmin Hamja kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (22/6).

Untuk langkah awal proses pe­nyelidikan kasus tersebut, lanjut Hamja, pihaknya akan melakukan pul data dan pul baket untuk mengetahui proyek pengembangan budidaya penggemukan sapi potong milik Distan Maluku itu bermasalah ataukah tidak.

Jika diduga bermasalah, kata dia, maka pihak-pihak yang terkait langsung dengan kasus tersebut akan tetap diminta keterangan.

Selain itu, kata Hamja, dalam wak­tu dekat pihaknya akan mela­kukan koordinasi dengan Distan Provinsi Maluku guna mendapatkan bukti tambahan berupa APBD Distan Provinsi Maluku Tahun 2012 lalu.

“Saya akan cek DIPA-nya di Distan Provinsi Maluku untuk kami buat telaah,” ujarnya.

Ditegaskan, siapapun yang terlibat dalam kasus ini tidak akan dibiarkan kebal hukum, tetapi akan ditelusuri lebih jauh guna meminta per­tanggung jawaban perbuatan oknum-oknum yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Kita akan menyelidiki lebih jauh kasus ini, dan dalam waktu dekat kita akan turun di Namrole,” ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah pengada­an sapi sebanyak 120 ekor disalur­kan untuk tiga desa masing-masing 40 ekor per desa yaitu, Desa Wam­sisi, Desa Waetawa dan Desa Wai­sili, dimana masing-masing desa dikuncurkan anggaran sebesar Rp. 262.500.000.

Proyek pengadaan sapi-sapi tersebut diketahui tanpa melalui mekanisme tender, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010, tentang pengadaan barang/jasa pemerintah yang bernilai lebih dari Rp 100 juta dan harus melalui mekanisme tender.(S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon