Hukum ›› Dua Terpidana Kredit Macet Bank Maluku Dieksekusi

Dua Terpidana Kredit Macet Bank Maluku Dieksekusi


Ambon - Kejati Maluku mengek­se­kusi dua terpidana kasus kredit modal kerja dan kre­dit konstruksi Bank Malu­ku kepada PT. Nusa Ina Pra­tama tahun 2016, Rabu (11/7).

Kedua terpidana itu adalah, Erick Matitaputty dan Markus F. Fangohoy. Matitaputty dan Fangohoy yang merupakan mantan analis kredit Bank Maluku ini, dieksekusi sekitar pukul 10.00 WIT ke Lapas Kelas IIA Ambon.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapu­lette kepada wartawan di kan­tor Kejati Maluku, menjelas­kan, eksekusi Erick berdasar­kan surat perintah pelaksa­naan putusan pengadilan (P-48) Kepala Kejari Ambon Nomor: 034/S.1.10/fu.1/07/2018, tanggal 9 Juli 2018.

Surat P-48 itu, guna melak­sa­nakan putusan Mahkamah Agung No. 2123K/Pid.Sus/2017, tanggal 20 Maret 2018, yang menghukum Erick 7 tahun penjara, dan denda Rp.500.000.000 subsider dela­pan bulan kurungan.

Sementara Markus Fango­hoy dieksekusi berdasarkan surat P-48 Kepala Kejari Ambon  Nomor: 035/S.1.10/fu.1/07/2018 tanggal 9 Juli 2018 guna melaksanakan putusan MA Nomor: 2125/Pid.Sus/2017, tanggal 21 Maret 2018, yang menghukumnya 8 tahun penjara, denda Rp. 500 juta, subsider 8 bulan kurungan.

“Hari ini telah dilaksanakan eksesusi terhadap dua orang terpidana masing-masing atas nama Erick Matitaputty, dan Markus F. Fangohoy, kedua­nya dieksekusi ke Lapas Kelas IIA Ambon,” jelas Sapulette.

Sementara, terpidana Di­rek­tur PT Nusa Ina Pratama, Yusuf Rumatoras, telah dima­sukan dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia diganjar MA dengan pidana 5 tahun pen­jara, membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan ku­rungan serta membayar uang pengganti Rp 4 milyar sub­sider empat tahun penjara.

Sedangkan, mantan Kepala Cabang Utama Bank Maluku, Matheos Mattitaputty dalam waktu dekat dieksekusi. 

Upaya Hukum Gagal

Upaya Matheos Matita­putty, Erick Matitaputty dan Markus Fangohoy untuk lo­los dari jeratan hukum kasus korupsi kredit macet pada Bank Maluku tahun 2006 senilai Rp4 miliar kandas. MA justru memperberat hukuman mereka.

MA dalam putusan Nomor 2120K/Pidsus/2017 menolak kasasi Matheos Adrianus Ma­ti­taputty dan menghukumnya selama delapan tahun penjara.

Mantan Kepala Cabang Utama Bank Maluku ini juga dihukum membayar denda Rp500 juta, subsider delapan bulan kurungan.

Kemudian putusan MA No­mor 2125 K/Pidsus juga me­nolak kasasi Markus Fa­ngo­hoy.  Hukuman mantan analis kredit pada Bank Maluku ini sama dengan Matheos Adria­nus Matitaputty, diperberat menjadi delapan tahun penjara, serta denda Rp500 juta sub­sider delapan bulan kurungan.

Hukuman terdakwa lain­nya, Erick Matitaputty juga diper­berat. Dalam putusan MA Nomor 2123 K/Pidsus/2017, mantan analis kredit Bank Maluku divonis tujuh tahun penjara, dan membayar denda Rp500 juta, subsider delapan bulan kurungan. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon