Olahraga ›› Dua Petinju Maluku Kalah Kejurnas antar PPLP

Dua Petinju Maluku Kalah


Ambon - Dua petinju Maluku yang tampil di hari pertama Kejurnas antar PPLP/PPLPD/SKO harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.

Saat pertandingan yang berlangsung di Sport Hall, Karang Panjang, Ambon, Senin  (23/10), Brion Parera yang bertan­ding di kelas 50 kg yunior putra gagal melangkah ke babak 8 besar setelah kalah angka dari Agus Tiansyah (Kalimantan Barat). 

Kegagalan Brion Parera juga diikuti rekannya Arthur Tahalele di kelas 57 kg yunior putra. Parera juga gagal me­langkah ke babak 8 besar setelah kalah angka dari M Sapri (Bengkulu).

Di hari pertama juga di­pertandingkan kelas 54 kg youth putri. Feby Marlin (Fak-Fak) berhasil menang TKO atas Adela Agustin Pratiwi (Kabupaten Musi Banyuasin) sementara Puji Lestari (Riau) menang angka atas Vika Lido Yovita (Kepri).

Di kelas 46 kg yunior putra dipertandingkan enam partai. Zaihadi Awab (Jambi) menang TKO atas Sampari Asaribab (Papua Barat) disusul Ricky Pratama (Sulsel) menang angka atas Yupiter Akbar (Be­ngkulu), Yoshe Napitupulu (Sumut) menang angka atas Yordan Kawai (Fak-Fak), Cli­ver Raja (NTT) menang angka atas Rifka Adisti (Kalsel), Apris Oga (Malut) menang angka Julfergas (Kabupaten Bogor) dan  Wigels Sinaga (Kepri) menang angka atas YosafatAjang (Kutai Karta­negara).

Di Kelas 48 kg yunior putra giliran Tegar Sihite (Sumut) menang angka atas Vincent Tasik (Kutai Kartanegara). Selain itu, ada juga Niki Dura (NTT) yang menang angka atas Taufik Alamsyah (Beng­kulu), Alvian Saputera (Sum­bar) menang angka atas Galang Hutabarat (Riau) dan Giantoro Ardi (Kalbar) me­nang angka atas Febri Yunus (Banten).

Kelas 50 kg yunior putra, Agus Tiansyah (Kalbar) me­nang angka atas Brion Parera (Maluku), Bram Bawelke (Malut) menang angka atas Nicolaus Balulawang (Kutai Kartanegara), Angga Perman­dini (Kalsel) menang angka atas Junaidi Ngabalin (Fak-Fak), Ronaldo Haurissa (Pa­pua) menang angka atas Caca Pranata (Sumbar).

Di kelas 57 kg yunior putra, Bagus Sugino (Kalbar) me­nang angka atas Alvita Bessy (Papua Barat); Gensen Bin­tara (Riau) menang angka atas Imanuel Kawai (Papua) dan M Sapri (Bengkulu) menang angka atas Arthur Tahalele (Maluku).

Sedangkan di kelas 52 kg yu­nior putra, Fauzi Ahmad (Sum­bar) menang angka atas M Ik­san (Jambi) dan Wiranto Onoli (Malut) menang angka atas Novian Namudat (Fak-Fak).

Prestasi Internasional

Sebelumnya Deputi Men­pora Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta  saat membuka event tersebut me­ngajak para petinju untuk tidak terfokus pada kejurnas semata namun harus menunjukan prestasi hingga ke tingkat internasional.

“Tunjukan prestasi terbaik anda di event ini. Namun jangan hanya terfokus pada kejurnas semata namun harus menun­jukan prestasi hingga ke tingkat internasional. Merah putih menunggu prestasi kalian,” ungkap Raden Isnanta saat membuka Kejurnas tersebut.

Dikatakan, digelarnya event kejurnas ini menjadi era baru kebangkitan tinju pelajar di Indonesia. “Medali emas yang diraih Indonesia di event Sea Games misalnya masih sedikit. Untuk itu kejurnas di Ambon menjadi era kebangkitan tinju pelajar di Indonesia. Indonesia menunggu prestasi kalian. Kita ingin banyak medali emas di Sea Games. Tinju harus berikan sumbangan medali yang banyak. Apalagi tahun 2018, ada Asian Games dan tinju juga dipertandingkan,” katanya.

Ia juga mengharapkan para petinju tidak sekedar bere­butan untuk menjadi juara, namun event ini harus juga digunakan sebagai memper­kuat kebersamaan.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Ronny SW Tairas mengajak seluruh lapisan masyarakat dan insan olahraga tanah air, untuk bersatu-padu dan bersinergi dalam menggelorakan sema­ngat olahraga yang telah dicanangkan tiga puluh empat tahun yang lalu oleh para pendahulu kita, terutama mengembalikan kejayaan tinju nasional.

Gubernur juga mengajak semua pihak untuk mem­bangun budaya kompetisi yang sehat sebagai modal utama dalam membangun karakter manusia Indonesia.

“Sportifitas dan mentalitas yang tangguh mesti menjadi kekuatan moral yang ber­harga bila kita menginginkan prestasi dari setiap anak bangsa. Yang pasti bahwa event Kejurnas tinju ini maupun kejuaraan tinju lain­nya, harus mampu melahirkan atlet muda yang potensial, atlet tinju yang berbakat. Me­rekalah yang kelak mengha­rumkan nama bangsa di berbagai event nasional dan internasional,” ungkapnya.

Kejurnas diikuti 150 petinju dari 25 PPLP/PPLPD/SKO yang mempertandingkan 10 kelas putra dan 5 kelas putri. (S-12)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon