Kesra ›› Dua Kota di Maluku Alami Inflasi

Dua Kota di Maluku Alami Inflasi


Ambon - Pada bulan Juli dua kota di Provinsi Maluku mengalami inflasi dua kota tersebut adalah, Kota Ambon dengan inflasi 0, 86% dan Kota Tual 2, 29%. 

Kepala Bidang Statistik Distribusi pada Badana Pusat Statistik (BPS) Maluku Jessica E Pupella menjelaskan, pada bulan Juli di Kota Ambon terjadi inflasi 0, 86% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,63 pada Juni menjadi 130,75 pada Juli. Sedangkan inflasi tahun kalender pada Juli 3,89% dan inflasi tahun ke tahun 5, 84%.

Inflasi di Kota Ambon terjadi karena adanya kenaikan IHK pada lima kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan 4,76%, kelompok makanan jadi, minuman,rokok, dan tembakau 0,06%, kelompok perumahan, air, listrik,gas dan bahan bakar 0,23%, serta kelompok kesehatan 0, 03%. 

“Jadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga terjadi inflasi yang sangat tipis dari komoditi buku tulis sehingga nampak tidak ada perubahan,” jelas Pupella kepada wartawan di ruang rapat kantor tersebut, Selasa (1/8).

Sementara untuk deflasi Kota Ambon kata Pupella, terjadi pada dua kelompok pengeluaran yakni kelompok sandang 0,09% serta kelompok transportasi, komunikasi,dan jasa keuanhan 1,59%. 

Dibulan Juli, Komoditi-komoditi dalam paket IHK Kota Ambon yang mengalami kenaikan harga memberi sumbangan atau andil terhadap inflasi Kota Ambon 1,3996% sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan andil inflasi -0,5346%. 

Komoditas yang dominan menyumbang andil di kota Ambon adalah ikan layang, kangkung,ikan selar,ikan cakalang, dan bawang merah. Komoditas yang dominan menyumbang andil deflasi adalah angkutan udara, bawang putih, kelapa, lemon cina, dan daun melinjo.

Sedangkan, pada bulan Juni Kota Tual mengalami infasi 2,29%, atau terjadi kenaikan IHK  1, 5091  pada Juni 2017 menjadi 1, 5437 pada Juli 2017.

Untuk iflasi tahun kalender pada Juli yakni 10,16% dan inflasi tahun ke tahun  11,45%.

Ia mengatakan, inflasi Kota Tual terjadi  karna adanya kenaikan IHK pada tiga kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan sebesar sas ponen kelompok sadang sebesar 0,50 persen, dan pada kelompok transpor, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,73%.

Pada bulan ini juga, deflasi Kota Tual terjadi pada  kelompok pengeluaran yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,05%, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02%.

“Dua kelompok tidak mengalami perubahan yakni kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga,”katanya.

Di bulan Juli 2017, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Tual yang mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan/andil terhadap inflasi Kota Tual  3,5036% dan komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/andil bagi inflasi Kota Tual sebesar -1,2092%.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Tual adalah ikan baronang, ikan cakalang, daun singkong, ikan kembung, dan angkutan udara. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di Kota Tual adalah ikan teri, ikan kakap putih, bawang putih, ketela pohon, dan enbal gepe. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon