Daerah ›› DPRD: Pemkot Harus Serius Antisipasi Banjir

DPRD: Pemkot Harus Serius Antisipasi Banjir


Kota Ambon sudah men­jadi langganan banjir setiap datangnya hujan. Hampir semua jalan uta­ma di ibukota Provinsi Maluku ini terendam saat hujan.

Bahkan Sabtu (23/9) lalu, sejumlah ruas jalan di pusat kota terendam banjir, padahal hujan ha­nya terjadi sekitar sejam.

Sejumlah kawasan yang terendam banjir di­antaranya kawasan AY Patty, Jalan Sam Ratu­langi, Yos Sudarso, Jalan Baru, kawasan Batu Merah Dalam, Galala dan se­jumlah kawasan lainnya.

Walau tidak sampai sejam hujan yang menguyur Kota Ambon namun sekitar pukul 19.30 WIT, terlihat banjir paling parah terjadi di kawasan Jalan AY Patty, Sam Ratulangi, Jalan Baru dan Said Perintah.

Banjir juga membuat aktivitas warga terganggu, sejumlah kenda­raan ter­paksa harus berbelok arah karena tingginya debit air. Sejumlah kenda­raan roda empat maupun dua terpak­sa harus diarahkan mele­wati depan pusat perbe­lanjaan Amplaz. Sementara di sejumlah ruas jalan lain­nya yang juga termasuk parah adalah jalan Said Perintah dan AY Patty.

Menyikapi hal tersebut Sekretaris Komisi III DPRD Kota Ambon Juliana Patti­peilohy mendesak pem­kot agar persoalan banjir yang kerap menjadi per­masa­lahan harus men­da­pat perhatian serius.

“Pemkot harus serius me­ngantisipasi banjir dengan melakukan langkah-lngkah pembangunan guna me­ngu­rangi dampak banjir.  Ini mesti menjadi catatan penting bagi pemkot untuk melakukan terobosan,” tan­das Pattipeilohy kepada Siwalima di Ambon, Senin (25/9).

Ia mengatakan, banjir yang sering terjadi di Kota Ambon juga diakibatkan ku­rangnya kesadaran masya­ra­kat akan kelestarian ling­kungan, sehingga ini mesti menjadi catatan tersendiri baik bagi pemkot maupun seluruh elemen masyarakat.

“Masalah banjir yang sering terjadi di Kota Ambon mesti mendapat perhatian serius dari pemkot ataupun masyarakat, untuk itu pen­ting untuk sama-sama ikut menjaga kelestarian lingku­ngan disekitar kita,” katanya.

Menurutnya, dampak banjir yang terjadi bukan semata hanya menjadi tanggungjawab pemkot namun juga harus menjadi tanggung jawab dari semua elemen masyarakat untuk mengurangi dampak banjir yang terjadi.

“Penyebab banjir yang satu ini sudah tidak asing lagi yakni terkait dengan ma­salah  sampah yang dibuang sembarangan khususnya apabila dibuang di sungai atau aliran air lainnya sehi­ngga dapat menyumbat sa­luran air tersebut. Akibatnya air meluap dan menye­babkan terjadinya banjir, sehingga memang harus dibutuhkan kesadaran mas­yarakat,” ungkapnya. (S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon