Daerah ›› DPRD Minta BPOM Segera Sosialisasi Hati-Hati Konsumsi SKM

DPRD Minta BPOM Segera Sosialisasi


Ambon - DPRD Kota Ambon melalui Komisi II meminta, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk segera mela­kukan sosialisasi tentang penggunaan susu kental manis (SKM).

Masyarakat dingatkan untuk hati-hati menggunakan SKM, karena hanya se­bagai pelengkap sajian dan bukan sebagai pemenuhan asupan gizi bagi anak-anak. Apalagi mengandung kadar lemak gula yang tinggi.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jhony Mainake kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (11/7) BPOM harus segera melakukan sosialisasi SKM, karena hal itu sangat penting sehingga masyarakat juga semakin hati-hati konsumsinya.

“Kami minta BPOM untuk segera melakukan sosialisasi, karena ini sangat penting, agar masyarakat juga harus berhati-hati dalam mengkonsumsi SKM, khususnya untuk balita dan anak-anak,” jelas Mainake.

Ia mengatakan, SKM untuk orang dewasa aman untuk dikonsumsi, se­dangkan untuk anak-anak dan balita harus membutuhkan pengawasan.

Tak hanya itu, ia juga menyarankan ke­pada orang tua maupun pedagang ketika membuat kue harus menggunakan SKM dalam batas yang wajar. “Untuk kue-kue kan banyak dikonsumsi anak-anak, maka­nya dalam penggunanaan susu ketika membuat kue harus terbatas,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Cabang Ambon Ariani ketika dikonfirmasi Siwa­lima, Rabu (11/7) mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sosialisasi SKM kepada masyarakat. “Hari ini belum, tapi dalam waktu dekat kami segera lakukan sosialisasi,” katanya.

Dikatakan, SKM aman dikonsumsi hanya untuk orang dewasa, sedangkan bagi bayi tidak,  sebab bukan pendamping ASI.

Sebelumnya diberitakan, Masyarakat diingatkan untuk berhati-hati konsumsi SKM, karena hanya sebagai pelengkapan sajian dan bukan sebagai pemenuhan asupan gizi bagi anak-anak.

SKM juga bukan produk susu yang memenuhi kebutuhan bayi, apalagi sebagai pengganti ASI. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk hati-hati dalam mengkonsumsi SKM.

Kepala BPOM Cabang Ambon, Hariani meminta masyarakat untuk cerdas dalam membeli produk pangan, dengan melakukan cek klik atau cek kemasan, label, izin edar dan kadaluarsa.

“SKM bukan pengganti pemenuhan gizi untuk bayi, apalagi menjadi pengganti ASI, karena itu masyarakat diharapkan dapat memahami dengan benar peruntukan SKM,”katanya.

Dikatakan, SKM bisa digunakan asalkan sesuai dengan peruntukannya yakni, sebagai pelengkap sajian dan bukan susu pemenuhan gizi.(S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon