Kesra ›› DPRD Dinilai Senang Lihat Penderitaan Masyarakat Tunda Bahas Mitan Pilih Tamasya ke Jakarta

DPRD Dinilai Senang Lihat Penderitaan Masyarakat


Ambon - DPRD Kota Ambon dinilai senang dan bahagia melihat penderitaan yang saat ini dialami oleh masyarakat akibat terjadinya kelangkaan minyak tanah (mitan) ditengah-tengah masyarakat.

Bagaimana tidak para wakil rakyat ini bukan menyelesaikan terlebih dahulu penderitaan yang sementara dialami masyarakat malahan lebih memilih bertamasya ke Jakarta hanya untuk menghambur-hambur­kan uang daerah demi menikmati sisa tugas mereka, bahkan tak tang­gung-tanggung tamasya ini diikuti oleh 35 anggota DPRD belum ditam­bah lagi dengan beberapa pegawai yang bertugas di gedung rakyat tersebut.

Wakil Ketua KNPI Maluku Saulch Tuanger menegaskan, sebagai wakil rakyat, para anggota DPRD ini ter­utama yang duduk pada Komisi II harus mengutamakan aspirasi mas­yarakat bukannya memilih agenda kunker yang tak jelas ujungnya.

DPRD ini selalu mengutamakan kunker mereka ketimbang kepenti­ngan rakyat, apalagi saat ini mulai menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran, seharusnya mereka ada bersama-sama dengan rakyat untuk melihat kondisi ini bukannya bertamasya.

“Sebetulnya sebagai wakil rakyat anggota DPRD terutama Komisi II harus lebih mengutamakan rakyat, agenda kunker itu jangan selalu diutamakan ketimbang kepentingan rakyat apalagi menjelang lebaran mitan  itu merupakan kebutuhan utama untuk masyarakat,” tandas Tuanger kepada Siwlaima  di Ambon, Sabtu (7/6).

Dirinya menghimbau, kepada para anggota Komisi II bersama dengan ketuanya untuk harus lebih meng­utamakan apa yang sudah di agen­dakan dalam pertemuan dengan Disperindag dan Pertamina, bukan­nya mengutamakan kunker, jadi Komisi II harus utamakan rakyat karena kunker sangat sedikit manfaat­nya bagi masyarakat .

Ada unsur kesengajaan yang dila­kukan oleh Komisi II karena, apa yang telah di agendakan oleh komisi sendiri tiba-tiba dnegan alasan pa­datnya agenda kemudian dibatalkan dan lebih mengutamakan kunker.

“Sebetulnya ini bisa dikatakan dprd sengaja buat jadi begini biar masyarakat menderita dulu. Kami sangat harapkan DPRD jangan seperti itu. Jangan sampai masya­rakat  menilai karena sudah mau menjelang habis masa jabatan mereka lalu abaikan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, pihak Dispe­rindag juga sebagai pemerintah harus mengawasi ke lapangan terkait dengan kelangkaan mitan ini jangan hanya mendengar dan membiarkan hal itu terjadi menimpa masyarakat.

“Disperindag sebagai pemerintah harus mengawasi juga, Saya pikir paling tidak mengecek keberadaan di lapangan. Jangan hanya mende­ngar dan membiarkan saja, namun harus cek dilapangan apa yang terja­di apa benar-benar terjadi kelang­kaan mitan atau tidak,” ujarnya

Ditambahkan, disisi lain pihak Pertamina juga harus bertanggung jawab, karena kelangkaan mitan benar-benar terjadi saat ini, walau­pun pertamina mengatakan stok aman dan tidak ada kelangkaan, namun fakta yang terjadi dilapa­ngan ada kelangkaan. Bahkan masyarakat sulit mencari mendapatkan mitan.

“Pertamina juga harus bertang­gung jawab dan mengawasi penya­luran ke setiap agen jangan hanya mengirim tanpa mengawasi atau mungkin di jual ke pihak yang lain.

Sebelumnya di beritakan, men­jelang bulan suci Ramadhan 1435 H, kebutuhan akan minyak tanah (mitan) meningkat namun sayang­nya hanya dapat di nikmati oleh sejumlah tempat usaha sementara masyarakat dengan susah payah mendapatkan mitan.

Kelangkaan mitan ini terus terjadi di Kota Ambon pada sejumlah tempat seperti Batu Meja, Batu Gajah, Waihaong, Batu Merah, Stain, kawasan Kudamati dan sejumlah tempat lainnya.

Untuk itu Komisi II DPRD pada Kamis (5/6) menjdawalkan untuk melakukan rapat bersama pihak Disperindag Kota Ambon namun ternyata rapat tersebut batal digelar.

Penundaan tersebut dikarenakan Komsi II DPRD lebih memilih mela­kukan kunjungan kerja sekaligus bertamsya ke Jakarta sebelum masa tugas mereka sebagai wakil rakyat berakhir. Padahal sebagai wakil rakyat mereka ini seharusnya menyelesaikan masalah kelangkaan mitan yang sementara menimpa masyarakat kota ini.

Sekretaris Komisi II DPRD Maluku Yusuf Latumeten saat dikonfirmasi Siwalima terkait penundaan terse­but, membenarkannya, dan pemba­ha­san ini akan ditunda hingga selu­ruh anggota Komisi II selesai melak­sanakan kunker mereka di Jakarta.

“Memang pada Kamis (5/6) itu kami panggil Disperindag untuk bahas kelangkaan mitan namun padatnya agenda kami sehingga ditunda sampai kami balik dari Jakarta,” jelasnya, kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (5/6). (Mg-1)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon