Politik ›› DPD Golkar Maluku akan Evaluasi Pileg 2019

DPD Golkar Maluku akan Evaluasi Pileg 2019


Ambon - DPD Golkar Maluku akan meng­evaluasi hasil pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 terutama DPR RI. Partai berlambang pohon beringin ini tak mampu mempertahankan langganan kursi di DPR. Kursi tersebut, diambil alih Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berdasarkan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Provinsi Maluku, yang berlangsung di Kantor KPU Maluku, Senin (21/5), PKS berhasil unggul dengan perolehan  97.765 suara, dan mengantarkan calegnya Saadiah Uluputty melenggang ke senayan.

Saadiah meraih suara terbanyak dari tiga caleg lainnya yakni 46.011 suara. Disusul Sudarmo 34.342 suara, Said Faizal Assagaff 8.486 suara dan Yuni Syahra Yolwan Tamnge 2.593 suara.

Sementara empat caleg Golkar Edison Betaubun, Raymond Syauta, Marleen Petta dan Vidia Mayasari hanya bisa mendulang 93.158 suara.

Edison Betaubun yang merupa­kan incumbent anggota DPR meraih 46.794 suara. Kemudian Raymond Syauta 12.383 suara, Marleen Petta 12.071 suara dan Vidia Mayasari 13.221 suara.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Golkar Maluku, Haeru­din Tuarita mengatakan, evaluasi ini penting dilakukan, karena Golkar Maluku tidak mendapatkan kursi untuk DPR RI, padahal Golkar dikenal sebagai partai besar yang hampir tiap periode menyumbang kursi di DPR.

“Jadi sebelum DPP evaluasi, kita akan evaluasi lebih dulu terkait dengan hasil Pemilu terutama untuk DPR RI, setelah itu kita akan usulkan ke DPP,” jelas Tuarita saat dihu­bungi Siwalima melalui telepon seluler, Kamis (23/5)

Menurut Tuarita, kekalahan Gol­kar Maluku menyumbangkan kursi di DPR RI, atas beberapa faktor misal­nya, komposisi caleg yang tidak kuat, kekalahan pada Pilgub Malu­ku, serta kerja tiga pimpinan daerah yang notabennya Ketua Partai ting­kat II tidak maksimal yakni, Ketua DPD Golkar Kota Ambon Richard Louhenapessy, Ketua DPD Golkar SBT Mukti Keliobas dan Ketua DPD Golkar Buru Ramly Umasugy.

“Kami menyadari sungguh ada kekurangan kami, misalnya seperti solidaritas partai yang tidak berjalan dengan baik, daftar komposisi caleg yang tidak menunjang, serta kinerja tiga kepala daerah yang tidak berjalan optimal,” kata Tuarita

Bagi Tuarita, Golkar Maluku harus melakukan evaluasi secara menye­luruh pada semua  tingkatan pascah kekalahan Pilgub Maluku dan hasil Pileg DPR.

“Kita sebelumnya sudah evaluasi di DPP Golkar Maluku akan memper­tahankan satu kursi di DPD RI, kare­na mempunyai tiga kepala daerah yang adalah ketua partai, namun hasil capain Pileg DPR RI sangat bu­ruk di tiga wilayah tersebut, olehnya itu menurut saya probadi harus ada evaluasi secara menyeluruh diinter­nal Golkar,” kata Tuarita

PDIP Unggul

Partai Demokrasi Indonesia Per­juangan (PDIP) unggul dalam per­olehan suara di Provinsi Maluku dari 16 partai lainnya di Pemilu 17 April.

Partai berlambang banteng kekar moncong putih ini, meraih 197.648 suara, dan kembali mengantar Mercy Barends duduk di kursi DPR untuk kedua kalinya.

Mercy berhasil mendulang suara tertinggi dari tiga caleg lainnya, yak­ni sebanyak 88.706 suara. Disusul Safitry Malik Soulisa yang meraih 56.334 suara, Jeffry Daniel Wawo­runtu 16.451 suara dan Mariam Nu­raini Solisa memperoleh 23.829 suara.

Partai Nasdem berada di posisi kedua dengan mengantongi 111.307 suara. Partai besutan Surya Paloh ini berhasil menyingkirkan Partai Kebangkitan Bangsa dari  kursi DPR, yang kini ditempati Rohani Vanath, istri mantan Bupati SBT, Abdullah Vanath.

Dari empat caleg yang ditempat­kan Nasdem, Abdullah Tuasikal yang berhasil lolos melenggang ke senayan.  Mantan Bupati Maluku Tengah ini, meraih 51.827 suara. Disusul Rosita Usman 25.855 suara, Roos Felistas Far-Far 19.209 suara, Victor Alexander Loupatty 16.380 suara.

Kursi keempat ditempati oleh Partai Gerindra, dengan memperoleh 94.298 suara. Partai ini berhasil mempertahankan kursinya di DPR, yang kini ditempati Taslim Azis. Namun Taslim harus merelakan posisinya ditempati Hendrik Le­werissa.

Ketua DPD Partai Gerindra ini unggul dengan memperoleh perole­han 60.482 suara. Sementara Taslim Azis hanya meraih 19.835 suara, disusul Sophianty Mezianne 2.439 suara dan Cahya Berlian 1.582 suara.

(S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon