Daerah ›› Disperindag Bursel Minta Pelaku Ekonomi Taati Aturan

Disperindag Bursel Minta Pelaku Ekonomi Taati Aturan


Namrole - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) meminta, agar seluruh pelaku ekonomi yang memiliki tempat-tempat usaha baik toko, karaoke maupun restoran mentaati aturan, untuk tidak menjual minuman berakhol jika tidak memiliki izin dari Kementerian Perdagang.

“Pasca dikeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan tahun 2014 tentang, batas akhir izin minuman beralhokol golongan A pada 31 Oktober tahun ini, maka sejumlah tempat usaha baik toko, karaoke maupun restoran di Kabupaten Buru Selatan dilarang untuk menjual minuman beralhokol, dan harus segera mengurus Izin di Kementerian Perdagangan,” jelas Kepala Disperindag Bursel, Yan Latuperissa kepada Siwalima di ruang kerjanya belum lama ini.

Ia menyebutkan, baru tiga pengusaha di Bumi Fuka Bipolo ini yang mengurus izin di Kementerian Perdagangan di Jakarta melalui distributornya di Ambon. Ketiga pengusaha itu masing-masing Toko Lola I, Toko Paman dan Karaoke Lupa Lelah.

“Hingga saat ini baru tiga pengusaha yang berproses di Ambon yakni, satu karaoke dan dua toko pengecer sudah berproses melalui distributornya di Ambon,” ujarnya.

Bagi pengusaha yang sudah berproses izin sampai ke Jakarta, Disperindag memberi ruang kepada yang bersangkutan untuk menjual minuman beralkohol golongan A. Sementara yang belum tidak diperkenankan untuk menjual.

Jauh-jauh hari, kata orang nomor satu di Disperindag Bursel itu, pihaknya telah mengeluarkan edaran dan mengkoordinasi hal ini dengan polsek setempat.

Hal ini dilakukan, lanjutnya, agar para pelaku ekonomi ini bisa mentaati regulasi yang diberlakukan pemerintah, salah satu persyaratan utama didalam menjual minuman beralkohol golongan A.

Selain itu, dari dari laporan diterima sub distributor Bir Bintang di Namrole yang ditunjuk untuk melakukan proses ini belum memiliki izin teknis, yang berkaitan dengan persyaratan untuk pengurusan sub distributor di Jakarta.

Sehingga ini menjadi masalah dan menghambat karaoke ataupun toko yang selama ini menjual produk bir bintang.

“Kalau sampai sub distributor tidak memiliki izin atau berproses, maka yang bersangkutan tidak diizinkan untuk melakukan penjualan minuman beralkohol. Mereka harus menunggu sampai yang bersangkutan punya izin dari Kementerian Perdagangan. Baru dia dinyatakan sub distributor di Namrole. Sebab syarat untuk mendapatkan izin belum dipenuhi, walaupun dia sudah ditunjuk oleh pihak distributor, tetapi yang bersangkutan belum memiliki izin dan proses pengajuan belum ke Jakarta, maka kami minta yang bersangkutan untuk tidak melakukan penjualan kepada pengecer-pengecer yang ada disini,” pintanya.

Agar aturan pemerintah ini diterapkan dengan baik, tambahnya, Disperindag akan bekerjasama dengan  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan.

“Saya juga akan koordinasikan dengan satpol PP untuk adakan pengawasan, agar pengusaha betul-betul mentaati itu karena sudah lebih dari tiga bulan. Kita mengingatkan mereka. kalau mereka belum bergerak itu berarti, mereka anggap aturan tersebut biasa-biasa saja, sehingga kita akan berupaya agar mereka tidak bisa menjual,” pungkasnya. (S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon