Daerah ›› Dishub Biarkan Speed Beroperasi di Cuaca Ekstrim

Dishub Biarkan Speed Beroperasi di Cuaca Ekstrim


Ambon - Dinas Perhubungan Kota Ambon dinilai membiarkan transportasi laut berupa speed boat beroperasi di cuaca ekstrim tanpa mempedulikan keselamatan para penumpangnya.

Penilain ini disampaikan masya­rakat, dikarenakan janji Dishub untuk menempatkan petugasnya disetiap pelabuhan speed, ternyata hanya janji semata. Pasalnya sudah hampir satu bulan lebih tak ada petugas yang ditempatkan di Pela­buhan Mardika, Waiame maupun Kota Jawa.

Padahal belakangan ini cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai angin kencang sementara melanda perairan teluk Ambon dan perairan Maluku umumnya. Sehingga bila ada petugas, maka dengan kewe­nangan yang dimiliki mereka dapat melarang setiap speed beroperasi disa­at terjadi cuaca ekstrim seperti ini.

Namun lantaran tak ada petugas, menyebabkan para pengemudi speed nekat-nekatan beroperasi walaupun menerobos gelombang dan angin kencang serta hujan. Padahal kenekatan para pengemudi speed ini dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan di laut.

Salah satu penumpang speed jalur Kota Jawa-Mardika Mirna, mengaku dengan cuaca ekstrim yang melanda wilayah Ambon, maka semestinya harus ada pengawasan dari pihak pemerintah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Cuaca saat ini sedang tidak baik, seharusnya ada petugas yang meng­awasi dipelabuhan, kalau tidak, maka bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi semua speed yang beroperasi ini tanpa miliki alat keselamatan,” ujar mahasiswa FKIP Unpatti ini saat ditemui Siwalima, di pelabuhan speed Kota Jawa, Kamis (14/3).

Menyikapi hal tersebut anggota Komisi III DPRD Kota Ambon Asmin Matdoan minta kepada Dishub untuk segera menindaklanjuti keluhan ini. Pasalnya permintaan ini  harus mendapat perhatian serius, mengingat saat ini wilayah Maluku, dan Ambon sementara dilanda cuaca ekstrim.

“Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan maka pengawasan dari Dishub harus dilakukan selain melakukan koordanisi dengan pihak KSOP, agar dapat update data pra­kiraan cuaca, sehingga transportasi laut yang beroperasi di kawasan teluk dapat berhati-hati atau minamal dapat hentikan pengoperasian­nya.(S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon