Daerah ›› Disdukcapil Salahkan Sistem Komputerisasi NIK Pelamar Seleksi CPNS Ditolak

Disdukcapil Salahkan Sistem Komputerisasi


Ambon - Sejumlah pelamar seleksi CPNS kecewa akibat lamaran mereka ditolak hanya karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak ditolak oleh sistem komputerisasi.

Walau begitu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon juga menyatakan tidak ada peng­gandaan NIK maupun terjadi kesalahan penulisan NIK milik pelamar. “NIK itu dimiliki oleh seorang warga negara Indonesia hanya satu dan berlaku untuk seluruh Indonesia. Jika memang NIK yang dimasukan dalam sistem komputerisasi penerimaaan seleksi CPNS itu ditolak maka ada dua ke­mung­kinan yang bisa terjadi yakni terjadi kesalahan jari­ngan sistem komputerisasi penerimaan atau orang ber­sangkutan tidak jujur me­ngakui keberadaannya,” jelas Kepala Disdukcapil Kota Ambon, Din Tuharea kepada Siwalima di Balai Kota Ambon, Senin (29/9).

Yang menjadi pertanyaan, katanya. NIK yang dimilik oleh pelamar itu sudah dive­rifikasi pada database Dis­duk­capil ataukah belum. “Jika memang sudah maka NIK yang dimiliki itu memang valid dan bisa digunakan. Jika ditolak maka bisa saja terjadi gangguan pada sistem kom­puterisasi penerimaan sehi­ngga ditolak,” katanya.

Dijelaskan, selama ini me­mang ada keluhan dari mas­yarakat terkait NIK yang tidak valid dan ditolak oleh sistem komputerisasi saat melamar seleksi CPNS.

“Setelah kita cek pada database ternyata NIK mereka itu valid dan setelah melaku­kan pendaftaran ulang ter­nyata diterima. Itu pertanda ada kesalahan pada sistem jari­ngan bukan pada dinas,” jelasnya.

Ia berharap kepada mas­yarakat yang ingin menda­patkan mendapat pelayanan di dinas harus melaporkan data dengan benar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan NIK atau terjadi penggandaan.

Untuk diketahui, dari se­kian pelamar ada yang mengaku kecewa disebabkan lamaran mereka ditolak hanya karena NIK tidak terpakai. Ada pula yang NIK-nya sudah digunakan orang lain yang mendaftar duluan.

Rudy Wewra, salah satu warga Kelurahan Kudamati termasuk salah satu dari sekian pelamar yang NIK-nya ditolak system komputerisasi seleksi CPNS tersebut. Wewra me­ngaku, dirinya sa­ngat berke­inginan untuk mendaftarkan diri mengikuti seleksi CPNS tahun ini di jajaran Pemprov Maluku, namun harapannya tersebut sirna lantaran saat dirinya masuk pada halaman pertama website panselnas untuk men­daftarkan identitas ternyata langsung ditolak.

“Awalnya itu saya daftar­kan diri dengan masuk pada website panselnas dan disitu diminta untuk kita isi identitas diri. Namun disaat saya masu­kan NIK saya ternyata lang­sung ditolak dengan penjela­san bahwa NIK yang dima­sukan sudah terpakai,” ungkapnya.

Dikatakan, mendapat penje­la­san melalui website tersebut membuat dirinya sempat tidak percaya. Ia pun mengulangi lagi porses pendaftaran namun tetap jawaban yang sama kembali diterimanya. Wewra ternyata tak sendiri, beberapa tetangganya juga mengalami hal yang sama.

Akhirnya pada Sabtu (27/9) dirinya menuju ke Kantor Dis­dukcapil Kota Ambon untuk meminta penjelasan terkait penolakan NIK-nya, namun sayangnya hari itu bukan hari resmi kerja. “Waktu saya ke Disdukcapil ada beberapa orang juga mengaku hal yang serupa dengan saya dimana saat mereka daftarkan diri mereka juga NIK-nya dito­lak,” tuturnya. (S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon