Daerah ›› Disdukcapil Harus Sediakan Areal Parkiran bagi Kendaraan Pengunjung

Disdukcapil Harus Sediakan Areal Parkiran bagi Kendaraan Pengunjung


Ambon - Tahun 2017 merupakan tahun pelayanan publik yang dicanangkan Pemkot Ambon, namun sayangnya pelayanan publik yang diberikan oleh beberapa SKPD yang bersinggungan langsung dengan hal itu belum mejalankan tugas mereka dengan semaksimal mungkin, bahkan ada beberapa hak masyarakat yang diabaikan.

Salah satu SKPD yang mengabaikan hak masyarakat dalam mendapatkan pela­yanan yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Pelayanan yang diabaikan SKPD ini adalah tidak menyiapkan lahan parkir bagi masyarakat yang hendak datang untuk melakukan pengurusan administrasi kependudukan.

Padahal halaman pada SKPD ini cukup luas, namun sayangnya halaman itu hanya diijinkan untuk memarkirkan kendaraan dinas milik pegawai serta mobil sang kadis. Sementara masya­rakat harus menaruh kendaraannya di luar pagar. Hal inilah yang membuat masyarakat selalu resah dengan sikap Disdukcapil.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Ahmad Ohorela minta kepada Kadis Dukcapil untuk segera hala­man kantor tersebut sebagai lahan parkir, sebab dengan menyediakan lahan parkir bagi pengunjung itu juga merupakan sa­lah satu bentuk pelayanan kepada masya­rakat.

“Pagar kantor tidak boleh dibuka khusus untuk mobil kadis dan PNS tapi harus dibuka umum bagi semua pengun­jung bisa parkir kendaraannya disitu, bukannya larang pengunjung untuk parkir kendaraan dalam halaman kantor,” tandas Ohorella saat dihubungi Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (18/5).

Menurutnya, parkiran yang saat ini berada di jalan umum depan kantor Disdukcapil itu tidak layak dijadikan sebagai lokasi parkiran umum. Pasalnya jalan dikawasan itu sangat sempit sehingga dapat menimbulkan kemacetan. Apalagi kawasan itu juga merupakan salah satu kawasan perkantoran serta sarana kesehatan.   

Jika Kadisdukcapil tidak memberikan ijin bagi pengunjung untuk memarkirkan ken­daraannya didalam halaman kantor terse­but, itu berarti yang bersangkutan tidak me­ngindahkan instruksi walikota. Pasalnya, lahan parkiran pemkot di Balai Kota itu hanya dikhususkan bagi kendaraan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan publik di sana.

“Walikota saja sudah bisa bikin begitu, bahkan mobil ASN pemkot tak boleh parkir di dalam sebab dikhususkan bagi masya­rakat. Seharusnya langkah walikota ini harus diikuti oleh semua SKPD namun ternyata Disdukcapil tak berlakukan itu, ini yang buat saya heran,” ujarnya.

Dikatakan, masyarakat yang berkunjung ke Disdukcapil untuk mendapatkan pelayanan semuanya menginkan untuk mendapatkan pelayanan yang prima serta merasa nyaman. Namun jika kendaraan mereka berada diluar pagar kantor otomatis mereka juga merasa tidak nyaman sebab kendaraan mereka ada diluar pagar.

Jika pihak Disdukcapil tak menyikapi hal ini maka patut dicurigai, untuk itu ia berjanji akan membawa keluhan masya­rakat ini untuk dibahas dalam komisi dan kemudian memanggil pihak Disdukcapil maupun Dishub untuk bicarakan hal ini.

“Jika masya­rakat resah, kami juga merasa resah, untuk itu kami harap Dis­dukcapil dapat men­jawab keresahan masyarakat ini dengan menjadikan halaman kantor mereka sebagai areal parkir,” harapnya. (S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon