Hukum ›› Direktur CV Mandala Karya Tetap Jadi Tersangka Proyek Tambatan Perahu Karey Jalan

Direktur CV Mandala Karya Tetap Jadi Tersangka


Ambon - Status hukum Direktur CV Mandala Karya, Chalid Hatim tak akan berubah. Sekalipun proyek tambatan perahu di Desa Karey, Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru sudah dikerjakan 40 persen, namun ia tetap menjadi tersangka.

Status hukum Chalid Hatim tak bisa dialihkan dari tersangka menjadi saksi, sebab pekerjaan proyek tambahan perahu Karey baru saja dikerjakan beberapa waktu lalu, setelah Ditreskrimsus Polda Maluku melakukan penyidikan dan menemukan bukti-bukti korupsi.

“Saat tim turun awal ditemukan pekerjaan tidak ada atau fiktif. Nantinya setelah tim turun lagi dengan BPKP ternyata sudah dikerjakan 40 persen, tetapi kasus ini tetap dituntaskan. Walaupun pekerjaan usai tetap kita proses. Ini dikerjakan setelah penyidikan,” jelas Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Sulistiono kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Sabtu (4/4).

Sulistiono mengatakan, unsur pidana dalam kasus ini sejak awal sudah ditemukan oleh penyidik, sehingga Chalid Hatim ditetapkan menjadi tersangka.

Soal penambahkan tersangka, Sulistiono belum bisa memastikannya karena  masih menunggu hasil audit BPKP.

Kabid Investigasi BPKP Perwakilan Maluku, Zainuri sebelumnya mengaku, hasil audit kerugian negara proyek tambahan perahu Karey masih dirampungkan.

 ”Tim baru saja kembali dari lapangan setelah melakukan pemeriksaan fisik dan hasilnya masih dirampungkan,” ungkap, Zainuri, kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Rabu (1/4).

Proyek Dinas PU Kabupaten Aru tahun anggaran 2013 senilai Rp 478.500.000  ini ditemukan fiktif. Namun anggaran dicairkan 100 persen.

Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Karey dinaikan ke tahap penyidikan, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus pada Senin 24 November 2014 lalu.

Dari hasil penyidikan terungkap, kalau anggaran proyek tidak digunakan untuk pekerjaan tambatan perahu, namun dibagi-bagi kepada sejumlah pihak. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon